SOLO, SOLOBALAPAN.COM — Hari pertama pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur
domisili di SD Negeri Cemara Dua Solo langsung dipadati oleh ratusan calon peserta didik dan
wali murid pada Senin (29/6).
Tingginya antusiasme membuat para orang tua rela mengantre
sejak pagi demi mengamankan kursi di sekolah favorit tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, baru satu jam proses pendaftaran dibuka, jumlah pendaftar
yang masuk ke sistem sudah menembus lebih dari 80 orang hingga pukul 10.00 WIB. Lonjakan
ini sempat membuat ruang tunggu sekolah dipenuhi antrean panjang.
Baca Juga: Bek Asal Prancis Gabriel Mutombo Kini Resmi Berbaju Persib Bandung, Pernah Jadi Lawan di ACL Two
Ketua SPMB SDN Cemara Dua, Deni Nursusilo, menjelaskan bahwa seluruh mekanisme
pendaftaran tetap berjalan sesuai dengan alur regulasi yang telah ditetapkan oleh Dinas
Pendidikan Kota Surakarta.
Tahapannya dimulai dari pembuatan akun, proses verifikasi berkas
fisik, hingga pendaftaran resmi jalur domisili.
“Kendala yang paling sering kami temui di hari pertama ini adalah masih adanya orang tua yang
belum sepenuhnya paham teknologi, khususnya terkait format dokumen yang harus diunggah
ke sistem. Oleh karena itu, pihak sekolah berinisiatif memfasilitasi penuh dari pembuatan akun
hingga verifikasi, sehingga orang tua nantinya tinggal memantau jurnal seleksi secara online
dari rumah,” terang Deni saat ditemui di lokasi pendaftaran, Senin (29/6).
Kuota Menipis dan Perluasan Wilayah Zonasi
Deni menambahkan, tingginya lonjakan pendaftar tahun ini dipicu oleh kebijakan perluasan
wilayah layanan zonasi. Pada periode kali ini, wilayah cakupan SDN Cemara 2 mendapatkan
tambahan dua kelurahan baru, yaitu Kelurahan Joglo dan Kelurahan Jebres. Hal inilah yang
mendongkrak jumlah pendaftar potensial secara signifikan.
Baca Juga: Viral Curhatan Diduga Eks Peserta Latsarmil Kopdes Kemenhan: Tidur 3 Jam hingga Krisis Air Minum
Sebagai informasi, SDN Cemara Dua Solo menyediakan total daya tampung sebanyak 112 peserta
didik baru yang dibagi ke dalam empat rombongan belajar (rombel). Namun, sisa kursi untuk
jalur domisili kini semakin ketat karena kuota jalur afirmasi telah terpenuhi terlebih dahulu.
"Kuota keseluruhan ada 112 kursi. Sebanyak 28 siswa dari jalur afirmasi sudah terpenuhi
sepenuhnya, sehingga sisa kursi yang diperebutkan melalui jalur domisili ini hanya berkisar
84 siswa saja," imbuh Deni.
Untuk mengantisipasi penumpukan antrean di hari-hari berikutnya, manajemen sekolah telah
menyiagakan sekitar tujuh hingga delapan operator khusus untuk mempercepat proses validasi
berkas.
Wali Murid Berharap Proses Verifikasi Dipercepat
Salah satu wali murid asal Kelurahan Gilingan, Papin Longaun Rosy, mengaku dirinya sengaja
datang sejak pukul 09.00 WIB untuk menghindari antrean, namun tetap mendapatkan nomor
urut 74.
Baca Juga: Cetak Sejarah! Polresta Solo Ungkap Kasus Narkoba Terbesar, Sita 3,5 Kilogram Sabu Lintas Daerah
“Suasananya memang sangat ramai karena bertepatan dengan hari pertama. Tapi secara umum
tidak ada kendala teknis, proses pendaftaran online-nya tergolong lancar. Saya tetap optimis
anak saya bisa diterima karena jarak dari rumah di Gilingan ke sekolah ini sangat dekat,” ujar
Papin.
Kendati demikian, Papin berharap pihak operator sekolah bisa lebih mempercepat proses
verifikasi berkas agar waktu tunggu orang tua tidak terlalu lama.
Ia juga menegaskan bahwa sekolah negeri tetap menjadi pilihan utama keluarganya karena pertimbangan efisiensi biaya
dan jarak.
"Prioritas utama tetap sekolah negeri karena lokasinya dekat dan biayanya lebih terjangkau.
Kalau misalnya nanti jelek-jeleknya tidak diterima, baru kami beralih mencari alternatif ke
sekolah swasta," pungkasnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Pangkas 750 BUMN Jadi 250 Perusahaan, Bagaimana Nasib Ribuan Karyawannya?
Masyarakat kini diimbau untuk terus memantau pergerakan peringkat seleksi secara berkala
melalui jurnal daring resmi guna melihat posisi aman putra-putri mereka dalam persaingan
jalur domisili ini. (alf/an)