KLATEN, SOLOBALAPAN.COM – Warga Dusun Ngemplak, Desa Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten mendadak digegerkan oleh penemuan sesosok bayi perempuan di area perkebunan jagung pada Minggu (28/6/2026) sore sekitar pukul 15.45 WIB.
Saat pertama kali ditemukan oleh warga, kondisi bayi malang tersebut sangat memprihatinkan. Ia ditelantarkan di tanah terbuka tanpa sehelai kain pun yang menutupi tubuhnya, bahkan dalam kondisi dikerumuni belatung.
Usai dievakuasi oleh warga dan petugas kepolisian, bayi tersebut langsung dilarikan ke RS Soeradji Tirtonegoro Klaten untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Kondisi Berangsur Stabil, Dijenguk Kapolres
Guna memastikan penanganan berjalan maksimal, Kapolres Klaten AKBP Moh. Faruk Rozi bersama jajaran Bhayangkari Cabang Klaten melakukan kunjungan langsung ke rumah sakit pada Senin (29/6/2026). Kapolres bersyukur karena berkat kesigapan tim medis, kondisi umum sang bayi saat ini berangsur-angsur membaik.
"Prioritas utama kami saat mendapat laporan warga adalah menyelamatkan nyawa bayi. Alhamdulillah, informasi dari dokter yang menangani, kondisinya sekarang sudah stabil,” terang Moh. Faruk Rozi, Senin (29/6/2026).
Lebih lanjut, Faruk menjelaskan bahwa saat ditemukan tidak ada selimut maupun petunjuk identitas surat apa pun di sekitar lokasi kejadian. Tali pusar bayi bahkan masih menempel, namun saat ini sudah dipotong dan dirawat dengan baik oleh pihak rumah sakit.
Mengenai kelanjutan nasib dan biaya perawatan sang bayi, Kapolres Klaten memastikan seluruh pembiayaan selama di rumah sakit akan dijamin penuh melalui skema pengaman sosial.
"Untuk biaya perawatan semuanya menggunakan biaya sosial yang ditanggung oleh Dinas Sosial (Dinsos), serta nantinya akan ikut dibantu oleh pihak Polres dan pihak rumah sakit. Fokus kami saat ini adalah pemulihan kesehatan dan luka-luka sang bayi," ujar Faruk.
Polisi Sisir CCTV Sekitar Kebun Jagung
Baca Juga: Dua Berlian Muda Persis Solo Resmi Dipanggil Timnas U-17, Dipuji Legenda Ajax Simon Tahamata
Di sisi lain, Satreskrim Polres Klaten dan Polsek Klaten Utara bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap siapa aktor utama di balik aksi pembuangan bayi tak berdosa ini. Polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengumpulkan berbagai petunjuk di lapangan.
"Petugas kami telah melaksanakan pengecekan ke lokasi, memeriksa saksi-saksi, serta melakukan penyisiran dan pengecekan rekaman CCTV yang ada di sekitar TKP. Kami akan menelusuri akses masuk maupun keluar dari lokasi untuk mencari orang tua atau siapa saja yang tega meletakkan bayi tersebut," tegas Kapolres.
Penjelasan Medis: Alami Infeksi Luka
Sementara itu, dokter spesialis anak RS Soeradji Tirtonegoro, dr. Samad, membeberkan secara lebih rinci mengenai kondisi klinis bayi malang tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, bayi perempuan itu memiliki berat badan 2,3 kilogram dan panjang tubuh 45 sentimeter.
"Ada beberapa luka di leher, tangan, muka, hingga telinga. Luka tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh infeksi karena saat dibawa ke sini ditemukan beberapa belatung di area luka tersebut. Namun, seluruh belatung sudah kami bersihkan secara total," kata dr. Samad.
Pihak rumah sakit juga telah melakukan kolaborasi lintas spesialisasi untuk memulihkan kondisi fisik bayi secara menyeluruh.
"Kami sudah konsultasikan dengan dokter spesialis kulit dan juga dokter spesialis THT. Perkiraan kami, usia bayi saat ditemukan berkisar antara 4 sampai 6 hari. Saat ini pasien masih membutuhkan perawatan intensif di ruang khusus," pungkasnya. (ren/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto