SOLOBALAPAN.COM - Masyakarat Solo, khususnya warga sekitar area taman Tirtonadi pasti sudah tidak asing dengan keberadaan makam yang terletak diarea taman tersebut.
Makam tersebut merupakan jejak sejarah dari sosok Putri Cempo, istri dari Prabu Brawijaya V. Komplek makam tersebut adalah Petilasan yang kini keberadaannya termasuk dalam kategori cagar budaya Kota Solo.
Dahulunya makam tersebut tidak terletak diatas diarea taman, melainkan ada dibawah, dialiran sungai Tirtonadi. Menurut keterangan Gatot, sebelum ia diberi amanah untuk menjaga komplek petilasan, dulu sudah ada obrolan terkait penambahan pagar diarea petilasan tersebut dengan Pemkot Kota Solo, namun hingga kini belum ada juga pergerakan.
“Ya dulu rencanya mau dibikinkan pagar gitu mas, diluar itu yang ada batu batunya. Pagar pendek, yang ga terlalu tinggi dari besi gitu aja kan cukup” ujar Gatot selaku penjaga petilasan Putri Cempo.
Sepintas jika kita sedang berada di area petilasan tersebut, kondisinya terlihat masih kurang terawat, dibagian atap masih juga ada yang rusak karena termakan umur. Bagian halamannya pun ada beberapa sudut yang memang perlu adanya perhatian dan perbaikan.
Keberadaan dari situs cagar budaya tersebut memang perlu diperhatikan, bukan karena hal mistis yang melekat didalam ceritanya. Namun, nilai sejarah yang harus dijaga keberadaannya.
Selain menjadi situs cagar budaya, petilasan tersebut juga biasa didatangi oleh para peziarah, hal itu dikonfirmasi langsung oleh Gatot selaku penjaga petilasan Putri Cempo saat ditanya oleh wartawan Solo Balapan.
“Kalau ziarah ada mas, biasanya itu malam Jumat. Ya Kamis malam berarti”
Tak hanya sekedar sebagai simbol akan sejarah, petilasan Putri Cempo juga menjadi langkah perjalanan spiritual bagi orang yang masih memegang nilai nilai leluhur nusantara. (puj)
Editor : Laila Zakiya