Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Mariatul Qibti Ikram Terpilih sebagai Duta Perpustakaan ISI Surakarta 2026, Siap Kampanyekan Literasi Kampus

Laila Zakiya • Kamis, 25 Juni 2026 | 18:26 WIB
Grand Final Pemilihan Duta Perpustakaan dan Sahabat Perpustakaan ISI Surakarta 2026 berlangsung meriah di Ruang Mini Cinema ISI Surakarta, Selasa (23/6/2026). Mahasiswa Program Studi Etnomusikologi, Mariatul Qibti Ikram, berhasil terpilih sebagai Duta Perpustakaan 2026 usai menyisihkan enam finalis lainnya.
Grand Final Pemilihan Duta Perpustakaan dan Sahabat Perpustakaan ISI Surakarta 2026 berlangsung meriah di Ruang Mini Cinema ISI Surakarta, Selasa (23/6/2026). Mahasiswa Program Studi Etnomusikologi, Mariatul Qibti Ikram, berhasil terpilih sebagai Duta Perpustakaan 2026 usai menyisihkan enam finalis lainnya.

 

SOLOBALAPAN.COM - Mahasiswa Program Studi Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan, Mariatul Qibti Ikram (241121027), berhasil meraih gelar Duta Perpustakaan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta Tahun 2026. Pengumuman tersebut disampaikan dalam Grand Final Pemilihan Duta Perpustakaan dan Sahabat Perpustakaan ISI Surakarta yang berlangsung pada Selasa, 23 Juni 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh UPA Perpustakaan ISI Surakarta ini digelar di Ruang Mini Cinema, Gedung Lab Multi Matra SBSN, Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Surakarta. Acara berlangsung meriah dengan menghadirkan tujuh finalis terbaik calon Duta Perpustakaan.

Selain Mariatul sebagai pemenang utama, gelar Wakil I Duta Perpustakaan diraih oleh Isnaini Puspa Kumalasari (241111073), mahasiswa Program Studi Seni Karawitan. Posisi Wakil II diraih Ramauli Dini Ester Simangunsong (231471022) dari Program Studi Seni Kriya, sementara Wakil III diraih Siti Indriyani (241521044), mahasiswa Program Studi Fotografi.

Sementara itu, nominasi Duta Perpustakaan dan Sahabat Perpustakaan diraih oleh Rama Catur Ardianto (251581005) dan Putri Rosabay (251581004), keduanya dari Program Studi Destinasi Pariwisata, serta Fauzan Alifi (241531010) dari Program Studi Senjata Tradisional Keris.

Proses penilaian dilakukan oleh dua juri, yakni Amirul Ulum, S.Sos., M.IP., selaku Sekretaris Jenderal Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia, dan Bramantyo Arif Febrianto, S.Sn., M.Sn. dari Kabramantyan Art & Culture Center.

Ajang ini menjadi momen bersejarah karena merupakan penyelenggaraan perdana Pemilihan Duta Perpustakaan di lingkungan UPA Perpustakaan ISI Surakarta. Acara ini juga disaksikan oleh dosen dan perwakilan mahasiswa dari berbagai program studi di Fakultas Seni Pertunjukan maupun Fakultas Seni Rupa dan Desain.

Dalam tahap seleksi, para finalis terlebih dahulu menampilkan video pendek berisi gagasan kreatif seputar literasi informasi dan penguatan budaya baca di perpustakaan. Tahapan berikutnya dilanjutkan dengan presentasi ide, sesi pertanyaan wajib, dan pertanyaan pilihan dari dewan juri.

Secara umum, para juri menilai seluruh finalis telah menunjukkan kualitas yang baik. Mereka dinilai memiliki visi untuk mengajak mahasiswa lebih aktif membaca, meningkatkan literasi, serta memanfaatkan teknologi informasi di lingkungan perpustakaan.

Para pemenang diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga mampu berkolaborasi dalam mengampanyekan literasi informasi, khususnya terkait berbagai layanan yang dimiliki Perpustakaan ISI Surakarta. Duta Perpustakaan juga diharapkan menjadi garda terdepan dalam memperkuat eksistensi media sosial perpustakaan sebagai sarana edukasi digital.

Baca Juga: Betrand Peto Soroti Pertemuan Thalia dan Thania dengan Ruben Onsu, Doktrin Sarwendah Soal Mantan Suami Terbongkar!

Sebagai pengembangan ke depan, dewan juri juga menyarankan agar Perpustakaan ISI Surakarta memiliki studio mini yang dapat dimanfaatkan untuk podcast literasi informasi.

Pada akhir acara, Wakil Rektor Bidang Akademik ISI Surakarta, Dr. Drs. H. M. Arif Jati Purnomo, M.Sn., secara resmi menutup kegiatan sekaligus menyerahkan penghargaan kepada para pemenang dan nominator.

Dalam sambutannya, Arif Jati Purnomo menegaskan bahwa Duta Perpustakaan harus mampu mengemban amanah besar sebagai representasi kampus dalam mendorong budaya literasi.

Menurutnya, Duta Perpustakaan idealnya memiliki tiga peran utama. Pertama, menjadi sosok unggul secara akademis, berwawasan luas, serta mampu menjadi role model bagi mahasiswa. Mereka juga diharapkan berfungsi sebagai brand ambassador perpustakaan yang menginspirasi mahasiswa untuk mencintai ilmu pengetahuan.

Kedua, Duta Perpustakaan diharapkan menjadi sumber gagasan inovatif dalam penguatan literasi, pemanfaatan teknologi informasi, hingga strategi peningkatan minat baca.

Ketiga, mereka berperan sebagai jembatan antara perpustakaan dan mahasiswa melalui sosialisasi layanan, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Arif juga menambahkan bahwa ke depan Duta Perpustakaan akan memperoleh nilai poin atau konversi SKS sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka bagi kemajuan ISI Surakarta.

Mereka akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan perpustakaan maupun agenda institusi. Menurutnya, gelar Duta Perpustakaan bukan sekadar selempang atau penghargaan simbolis.

Lebih dari itu, para duta diharapkan terus belajar, rendah hati, dan menjadi agen perubahan yang menyebarkan semangat literasi positif di lingkungan kampus.

Sementara itu, Kepala UPA Perpustakaan ISI Surakarta, M. Ali Nurhasan Islamy, S.Sos., M.A., dalam sambutannya menekankan pentingnya sosialisasi layanan perpustakaan dan literasi informasi yang dapat dilakukan oleh siapa saja, baik pustakawan maupun pemustaka.

Baca Juga: Diduga Korsleting, Sepeda Motor Milik Remaja 19 Tahun Ludes Terbakar di Jalur Solo-Karanganyar

Ia menjelaskan bahwa Pemilihan Duta Perpustakaan dan Sahabat Perpustakaan merupakan upaya mendorong budaya literasi, kreativitas, serta partisipasi aktif mahasiswa dalam pengembangan perpustakaan kampus.

Menurut Ali, para Duta Perpustakaan nantinya akan mendapatkan berbagai manfaat, mulai dari akses informasi eksklusif seputar perpustakaan, kesempatan tampil dalam berbagai kegiatan kampus, hingga pelatihan peningkatan kompetensi.

Beberapa pelatihan yang telah disiapkan antara lain Workshop Public Speaking, Workshop Canva, Workshop Mendeley, hingga Workshop Content Digital.

Melalui program ini, ISI Surakarta berharap lahir generasi mahasiswa yang tidak hanya kreatif di bidang seni, tetapi juga unggul dalam literasi, adaptif terhadap teknologi, dan mampu menjadi penggerak budaya baca di lingkungan akademik. (**)

Editor : Laila Zakiya
#Duta Perpustakaan #isi surakarta