KARANGANYAR, SOLOBALAPAN.COM – Perum Bulog Cabang Surakarta bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait komoditas minyak goreng subsidi, Minyakita, yang beredar di wilayah Kabupaten Karanganyar.
Begitu menerima laporan resmi dari pemerintah desa dan dinas terkait mengenai adanya produk yang diduga bermasalah, Bulog langsung menginstruksikan pihak produsen, PT Kusuma Mukti Remaja (KMR), untuk menarik seluruh produk tersebut dari pasaran dan menggantinya dengan stok baru.
Pemimpin Cabang Bulog Surakarta, Nanang Harianto, menegaskan bahwa langkah taktis ini diambil demi menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat.
"Kami segera meminta PT KMR melakukan penarikan dan penggantian produk setelah menerima laporan dari pemerintah desa maupun dinas terkait. Untuk wilayah Karanganyar, minyak goreng Minyakita yang dikeluhkan masyarakat saat ini seluruhnya telah diganti oleh PT KMR," ujar Nanang saat memberikan konfirmasi.
Nanang menambahkan, Bulog terus memperketat koordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda), dinas terkait, serta pihak produsen guna memastikan proses penanganan di lapangan berjalan optimal tanpa memicu keresahan yang meluas di tengah masyarakat.
Produsen Lakukan Penelusuran dan Berikan Jaminan Kesehatan
Senada dengan Bulog, Direktur PT Kusuma Mukti Remaja (KMR), Joko Mukti Wijaya, menegaskan komitmen perusahaannya untuk bertanggung jawab penuh. Pihaknya langsung menerjunkan tim begitu mendapat aduan dari warga.
"Kami langsung bergerak begitu mendapat laporan dari warga. Minyakita yang terindikasi bermasalah sudah ditarik dan diganti dengan produk yang baru," kata Joko.
Joko menyatakan bahwa perusahaan tidak ingin berspekulasi atau mengambil risiko sekecil apa pun terkait keselamatan konsumen. Oleh karena itu, tim internal perusahaan langsung turun ke lapangan bersama Bulog, Pemda, aparat penegak hukum, hingga jajaran pemerintah desa untuk melakukan verifikasi.
Baca Juga: Dapur Gizi SPPG Ketaon Boyolali Dibobol Maling, Peralatan Masak hingga DVR CCTV Raib Ditilep
Saat ini, PT KMR juga sedang melakukan investigasi mendalam dan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel produk yang telah didistribusikan untuk mencari tahu penyebab utama munculnya keluhan tersebut.
"Setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti dan mendapatkan perhatian serius. Kami bahkan siap menanggung seluruh layanan kesehatan bagi warga yang mengalami keluhan medis setelah mengonsumsi makanan yang diolah menggunakan minyak dari kelompok produksi tersebut," tegas Joko.
Imbauan Bagi Warga Penerima Bantuan
Di sisi lain, PT KMR mengimbau masyarakat luas, khususnya para keluarga penerima manfaat bantuan pangan, untuk tidak ragu atau takut melapor jika menemukan produk Minyakita yang kualitasnya tidak sesuai standar fisik (misal: warna, bau, atau kekentalan yang tidak wajar).
Langkah proaktif dari warga dinilai sangat membantu perusahaan dalam melakukan kontrol kualitas produk di tingkat hilir.
Proses penarikan dan penggantian total stok Minyakita di wilayah Karanganyar kini dinyatakan telah rampung 100 persen. Kendati demikian, Bulog bersama pihak manajemen perusahaan masih menunggu hasil investigasi laboratorium lebih lanjut demi memastikan penyebab penurunan kualitas dan menjamin keamanan pangan ke depan. (rud/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto