KARANGANYAR, SOLOBALAPAN.COM – Tak hanya terjadi di Wonogiri dan Klaten, penyaluran program Bantuan Pangan (Banpan) di wilayah Kecamatan Karanganyar Kota juga sempat diwarnai keluhan dari masyarakat.
Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapati komoditas minyak goreng yang mereka terima dalam kondisi tidak layak konsumsi karena berbau menyengat.
Merespons hal tersebut, pihak kelurahan dan kecamatan setempat langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan Perum Bulog dan dinas terkait untuk melakukan proses penggantian massal.
Camat Karanganyar Kota, Sutarmo, membenarkan adanya laporan mengenai kualitas minyak goreng bantuan yang kurang baik tersebut. Keluhan warga muncul di beberapa titik kelurahan, seperti Bejen, Lalung, hingga Tegalgede.
Berdasarkan laporan awal dari warga, kondisi fisik minyak goreng tersebut tidak seperti semestinya dan memicu rasa yang aneh jika dipaksakan untuk memasak.
"Infonya pokoknya tidak seperti minyak goreng pada umumnya. Kalau dipakai goreng, rasanya lain. Begitu laporan dan keluhan yang kami terima dari warga," ujar Sutarmo, Rabu (24/6).
Sutarmo menjelaskan, setelah pihaknya melapor ke Badan Urusan Logistik (Bulog) serta Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan setempat, proses penukaran langsung berjalan cepat. Salah satu titik penukaran dipusatkan di Balai Kelurahan Bejen.
"Masyarakat yang membawa kembali minyak goreng yang kurang bagus itu langsung diganti hari itu juga dengan yang kualitasnya bagus," imbuhnya.
Mengeluarkan Aroma Solar dan Minyak Tanah Saat Dipanaskan
Senada dengan Camat, Lurah Lalung, Farid Teguh Prabowo, mengungkapkan bahwa kendala pada komoditas minyak goreng ini memang terjadi hampir merata di sebagian besar kelurahan di Kecamatan Karanganyar.
Di Kelurahan Lalung sendiri, bantuan pangan tersebut sebenarnya sudah didistribusikan pada Rabu (17/6) lalu. Namun memasuki hari Kamis, warga mulai berbondong-bondong datang ke kantor kelurahan untuk melaporkan kejanggalan pada minyak goreng kemasan 2 liter tersebut.
Baca Juga: Dituding 'Menghilang' Setelah Degradasi ke Liga 2, Ini Jawaban Tegas Manajemen Persis Solo
"Warga melapor, saat minyak dituang ke wajan dan dipanaskan—bahkan belum sampai suhu maksimal untuk menggoreng—sudah muncul aroma menyengat. Ada yang baunya seperti minyak tanah, ada juga yang baunya seperti solar," beber Farid.
Bukan hanya masalah bau, secara visual tampilan minyak goreng tersebut juga terlihat agak keruh dan tidak sejernih minyak goreng kemasan standar pada umumnya.
900 Paket Bantuan di Lalung Berhasil Diganti Baru
Pihak Kelurahan Lalung segera mengonfirmasi temuan massal tersebut ke pihak Bulog. Hasilnya, pada Senin (22/6) kemarin, sebanyak kurang lebih 900 paket bantuan minyak goreng milik KPM di Kelurahan Lalung ditarik seluruhnya untuk diganti dengan stok baru yang layak.
Karena jatah bantuan kali ini dirapel untuk dua bulan, masyarakat menerima penggantian berupa empat botol minyak goreng kemasan 1 liter, mendampingi bantuan utama berupa 10 kilogram beras.
Baca Juga: Viral Penari Drumband Rok Mini di Acara Tahun Baru Islam, MTs NU Mranggen Demak Minta Maaf
Farid memastikan bahwa pasca-penggantian massal awal pekan lalu, situasi di lapangan kini telah kembali kondusif dan masyarakat tidak perlu cemas lagi.
"Sampai siang ini (24/6), setelah dilakukan penggantian dengan minyak yang baru dan jernih, belum ada lagi keluhan dari warga. Rata-rata sudah aman dan mulai dikonsumsi," pungkas Farid. (rud/an)