SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Momen libur sekolah dan semester perkuliahan dimanfaatkan oleh banyak murid serta mahasiswa untuk berwisata ke Kota Solo. Salah satu destinasi ikonik yang tetap menjadi favorit utama adalah Pasar Gede Hardjonagoro.
Tak sekadar berburu wisata kuliner Pasar Gede Solo dan oleh-oleh tradisional, para pelancong muda ini juga berbondong-bondong datang untuk menikmati estetika arsitektur bangunan khas Kota Bengawan yang dinilai unik dan sarat sejarah.
Salah satu pengunjung asal Klaten, Fatin Nur Azizah, sengaja datang bersama teman-teman sekelasnya. Siswi kelas XII SMA Negeri 3 Klaten ini memilih Solo sebagai destinasi untuk mengisi libur sekolah yang berlangsung selama kurang lebih tiga pekan.
Baca Juga: Ditangkap Kejagung di Soetta, Richard Muljadi Siapa dan Kasusnya Apa?
"Kami mau ke Kampung Batik Kauman, terus lanjut ke Pasar Gede cari kuliner dan oleh-oleh," ujar Fatin saat ditemui di area pasar, Senin (22/6).
Menurut Fatin, Solo menjadi opsi terbaik karena lokasinya yang sangat strategis dan dekat dari Klaten. Selain itu, ia mengaku ingin mencari suasana baru setelah bosan terlalu sering menghabiskan waktu liburan ke Yogyakarta.
"Kalau Jogja kan sudah sering, jadi liburan kali ini kami pilih ke Solo," imbuhnya.
Dari Dawet Telasih hingga Kerupuk Kulit Khas Solo
Kepadatan tidak hanya didominasi oleh pelajar lokal Solo Raya. Wisatawan dari luar provinsi pun terlihat memadati lorong-lorong pasar. Winda Fitiani Parhama, pelancong asal Yogyakarta, tampak datang memboyong keluarganya yang sedang berkunjung dari Lampung.
Baca Juga: Ruben Onsu ke KPAI, Kubu Sarwendah Balas Begini soal Tudingan Eksploitasi Anak saat Live Streaming
Winda mengaku sengaja menjamu keluarganya berkeliling Solo demi memanjakan lidah dengan kuliner tradisional sekaligus berburu buah tangan. Beberapa produk lokal pun sukses mereka borong.
"Oleh-olehnya kerupuk kulit, itu kan khas Solo banget dan rasanya beda dari tempat lain. Tadi kami juga beli camilan dari ubi-ubian dan sempat mencoba es dawetnya (telasih), rasanya enak sekali," tutur Winda puas.
Dalam agenda kunjungan satu hari (one day trip) tersebut, Winda dan keluarga besarnya berencana melanjutkan perjalanan religi ke Masjid Raya Sheikh Zayed dan berbelanja batik di Pasar Klewer.
Mahasiswa Semarang: Solo Itu Adem dan Ramah Kantong
Aura ramah kantong khas Kota Solo juga memikat hati Siti Nur Syafaatun, mahasiswi Universitas Negeri Semarang (Unnes). Siti memilih Solo sebagai tempat healing usai merampungkan ujian akhir semester (UAS) yang menguras energi.
Mahasiswi semester dua asal Demak ini mengaku terpikat dengan atmosfer Kota Solo yang dikenal lebih tenang, santun, dan tidak bising.
"Yang dicari itu suasananya. Katanya Solo itu adem dan harga makanannya jauh lebih murah," ungkap Siti.
Baca Juga: Cetak Sejarah Donasi, Kim Hee-sun Gabung Kampanye UNICEF
Menghabiskan waktu dua hari satu malam di Solo bersama rombongannya, Siti menempatkan Pasar Gede sebagai destinasi wajib (mandatory list) sebelum mengeksplorasi spot wisata estetis lainnya di Kota Bengawan.
"Ternyata di sini memang adem. Harganya murah, tidak seperti di Semarang. Suasananya bikin betah untuk menghabiskan waktu libur semester," pungkasnya. (alf/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto