
SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Aksi penjambretan terjadi di kawasan depan Hetero Space Solo, tepatnya di Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Kelurahan Purwodiningratan, Kecamatan Jebres, Jumat (19/6/2026) malam sekitar pukul 22.16 WIB.
Korban diketahui bernama Maria, seorang guru taman kanak-kanak (TK) yang baru saja menyelesaikan kegiatan teater sebelum menjadi sasaran pelaku.
Peristiwa tersebut terjadi saat kondisi di sekitar lokasi masih cukup ramai. Sejumlah warga terlihat beraktivitas dan menikmati makan malam di kawasan tersebut. Namun situasi itu tidak menghalangi pelaku untuk melancarkan aksinya.
Kejadian berlangsung tepat di depan Hetero Space Solo, dekat salah satu kedai makan di kawasan tersebut. Saat itu korban bersama rekannya baru saja selesai makan malam dan hendak meninggalkan lokasi.
Salah seorang saksi mata sekaligus rekan korban, Migie, mengatakan aksi penjambretan berlangsung sangat cepat sehingga sulit diantisipasi.
“Kurang lebih jam 22.16 malam tepat di depan Hetero Space, posisi depan pas di kedai Siomay Manahan,” ujarnya.
Menurut Migie, pelaku diduga beraksi seorang diri dan memanfaatkan kelengahan korban. Dalam hitungan detik, pelaku berhasil merampas barang milik korban sebelum melarikan diri.
Meski lokasi kejadian berada di kawasan yang masih ramai, tidak ada warga yang sempat melakukan pengejaran karena aksi pelaku berlangsung begitu cepat.
“Kondisi sekitar masih ramai, cuma sayangnya warga sekitar tidak dalam kondisi siap mengejar jambret,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian setelah barang berharganya dibawa kabur oleh pelaku.
Hingga kini identitas pelaku maupun arah pelariannya masih belum diketahui secara pasti.
Korban telah melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian. Saat ini proses penanganan masih menunggu kelengkapan dokumen dan barang bukti guna mendukung penyelidikan lebih lanjut.
Warga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berada di area publik pada malam hari, meskipun kondisi lingkungan terlihat ramai dan aman.
Polisi juga diharapkan dapat segera mengungkap identitas pelaku agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (hj/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto