Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Rahardian Minta Maaf Usai Viral Kenakan Kebaya Saat Kirab Sura, Mangkunegaran: Tidak Ada Izin Khusus

Silvester Kurniawan • Jumat, 19 Juni 2026 | 16:49 WIB
Rahardian M Saputra, Kirab 1 Sura Mangkunegaran, pria pakai kebaya, Pura Mangkunegaran, Kirab Pusaka Malam 1 Sura, viral Solo, Mangkunegaran klarifikasi. (screenshoot)
Rahardian M Saputra, Kirab 1 Sura Mangkunegaran, pria pakai kebaya, Pura Mangkunegaran, Kirab Pusaka Malam 1 Sura, viral Solo, Mangkunegaran klarifikasi. (screenshoot)

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Seorang pria yang belakangan diketahui bernama Rahardian M. Saputra menjadi sorotan publik setelah fotonya mengenakan kebaya hitam saat mengikuti Kirab Pusaka Malam 1 Sura di Pura Mangkunegaran viral di berbagai platform media sosial.

Kehadiran Rahardian dengan busana yang identik dikenakan perempuan memicu perdebatan di kalangan warganet. Sebagian mempertanyakan kesesuaian busana tersebut dengan aturan dan tata krama yang berlaku dalam prosesi adat yang sakral.

Viralnya foto tersebut bermula dari unggahan akun Instagram @paola.serena yang menampilkan foto bersama Rahardian saat mengikuti kirab pada Selasa (16/6/2026) malam. Unggahan itu kemudian direpost oleh sejumlah akun lain yang mengkritisi penampilannya.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Cetak Rekor 10 Laga Tanpa Gol di Portugal, CR7 Konfirmasi Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhirnya

Dalam penjelasan awal yang beredar di media sosial, disebutkan bahwa Rahardian telah memperoleh izin dari penyelenggara untuk mengenakan busana tersebut. Klaim itulah yang kemudian memicu perdebatan lebih luas di kalangan masyarakat.

Mangkunegaran Tegaskan Tak Pernah Beri Izin

Menanggapi polemik yang berkembang, pihak Pura Mangkunegaran akhirnya memberikan klarifikasi resmi melalui akun media sosial resmi Mangkunegaran dan pernyataan dari Pengageng Kewedanan Panti Budaya, GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo.

Dalam klarifikasinya, Mangkunegaran menegaskan bahwa panitia penyelenggara telah menerbitkan panduan busana atau ageman yang harus dipatuhi seluruh peserta ritual adat Malam 1 Sura.

“Mangkunegaran telah mengeluarkan panduan ageman untuk ritual adat 1 Sura. Panitia penyelenggara 1 Sura BE 1960 tidak pernah memberikan izin, dispensasi, ataupun perlakuan khusus kepada pihak mana pun,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan.

Pernyataan tersebut sekaligus membantah anggapan bahwa ada izin khusus yang diberikan kepada Rahardian untuk mengenakan kebaya saat mengikuti prosesi kirab.

Baca Juga: Kenapa Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Mabes Polri? Ormas Garda Prabowo Adukan Eks Ketua BEM UGM, Gandeng Farhat Abbas hingga Sunan Kalijaga

Rahardian Akui Kesalahan dan Minta Maaf

Tak lama setelah klarifikasi resmi dari Mangkunegaran beredar, Rahardian M. Saputra menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui video yang diunggah di media sosial.

Sebelumnya, ia sempat menjadi sorotan karena menanggapi kritik publik dengan pernyataan “pakaian tidak punya jenis kelamin”. Namun dalam video klarifikasi terbarunya, Rahardian mengakui bahwa tindakannya merupakan kesalahan.

“Saya Rahardian Marga Saputra, saya mengakui sepenuhnya kesalahan saya dalam mengenakan busana wanita pada acara sakral Mangkunegaran beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pilihan busana yang dikenakannya saat itu merupakan keputusan pribadi yang dilakukan secara sadar, sehingga seluruh konsekuensi dan kesalahan menjadi tanggung jawabnya sendiri.

Baca Juga: Cedera Punggung, Sullyoon NMIXX Bakal Tampil Sambil Duduk di Singapura

Rahardian juga menyampaikan permintaan maaf kepada pihak Mangkunegaran, para budayawan, dan masyarakat Jawa yang merasa tersinggung atas tindakannya.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Pura Mangkunegaran, para budayawan, dan seluruh masyarakat Jawa atas kekecewaan dan ketersinggungan atas tindakan saya,” katanya.

Jadi Perbincangan di Media Sosial

Baca Juga: Klarifikasi Paola Serena soal Pria Berkebaya di Malam 1 Suro Pura Mangkunegaran Jadi Sorotan, Kini Minta Maaf

Kasus ini menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan di media sosial pasca pelaksanaan Kirab Pusaka Malam 1 Sura di Mangkunegaran. Selain membahas persoalan busana, diskusi juga berkembang pada pentingnya memahami aturan adat dan menghormati nilai-nilai budaya dalam kegiatan ritual yang bersifat sakral.

Dengan adanya klarifikasi dari pihak Mangkunegaran dan permintaan maaf dari Rahardian, polemik terkait penggunaan kebaya dalam prosesi adat tersebut diharapkan dapat disikapi secara bijak serta menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk lebih memahami tata aturan dalam kegiatan budaya dan tradisi Jawa.(ves/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#kirab pusaka malam 1 suro Mangkunegaran #Prian pakai baju kebaya di kirab mangkunegaran #Rahardian M. Saputra #pria berkebaya #malam 1 suro