Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Bulog Surakarta Tarik dan Ganti Minyakita Bantuan Pangan di Kismantoro Wonogiri yang Dikeluhkan Berbau Minyak Tanah

Iwan Adi Luhung • Jumat, 19 Juni 2026 | 13:09 WIB
Bulog Surakarta menarik dan mengganti Minyakita bantuan pangan pemerintah di Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, setelah warga mengeluhkan aroma dan rasa menyerupai minyak tanah. (Iwan Adi Luhung/solobalapan.com)
Warga Kecamatan Kismantoro mengambil Minyakita baru Jumat (12/6/2026). (Dok. Warga)

 WONOGIRI, SOLOBALAPAN.COM – Perum Bulog Kantor Cabang Surakarta bergerak cepat menindaklanjuti keluhan warga terkait kualitas minyak goreng merek Minyakita yang disalurkan melalui program Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri. Seluruh minyak goreng yang dikeluhkan warga langsung ditarik dan diganti dengan produk baru.

Langkah tersebut dilakukan setelah sejumlah warga penerima bantuan melaporkan minyak goreng yang mereka terima memiliki aroma dan rasa yang menyerupai minyak tanah sehingga menimbulkan kekhawatiran untuk digunakan sebagai bahan memasak.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Surakarta, Nanang Harianto, mengatakan pihaknya segera menerjunkan tim ke lapangan begitu menerima laporan dari masyarakat.

Baca Juga: Liga 4 Nasional: Celebest FC Hadapi Persipani di Stadion Sriwedari, Grup DD Diprediksi Sengit

“Ini sebagai bentuk komitmen kami dalam menjaga kualitas bantuan yang diterima masyarakat. Tim melakukan penelusuran untuk memastikan sumber permasalahan sekaligus mengecek kemungkinan adanya temuan serupa di wilayah lain,” ujar Nanang.

Menurutnya, Bulog juga berkoordinasi dengan dinas terkait, pemerintah desa, serta produsen minyak goreng untuk memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan menyeluruh.

Seluruh Minyak Goreng Ditarik dan Diganti

Sebagai tindak lanjut, Bulog memutuskan menarik seluruh minyak goreng yang telah didistribusikan kepada penerima bantuan di wilayah terdampak. Produk tersebut kemudian diganti dengan minyak goreng baru yang telah dipastikan memenuhi standar mutu dan keamanan pangan.

“Kami pastikan seluruh minyak goreng yang sudah tersalur di desa tersebut langsung ditarik dan kami ganti dengan minyak goreng yang bermutu maksimal saat itu juga,” tegas Nanang.

Ia menambahkan, Bulog berkomitmen menjaga kualitas setiap komoditas pangan yang disalurkan kepada masyarakat agar aman dan layak konsumsi.

Karena itu, pihaknya mengapresiasi warga yang telah menyampaikan laporan sehingga proses pengawasan kualitas bantuan pangan dapat berjalan lebih efektif.

Warga Diminta Aktif Melapor

Bulog Surakarta juga mengimbau masyarakat penerima bantuan pangan untuk segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan produk yang tidak sesuai standar atau mengalami masalah kualitas.

Baca Juga: Persebaya Bidik Gelar Juara di Musim Centenary, Bernardo Tavares Usung Misi Bismillah 2027

“Laporan dari masyarakat akan segera ditindaklanjuti untuk memastikan hak penerima bantuan terpenuhi sesuai ketentuan,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Kismantoro membenarkan bahwa Bulog telah melakukan penggantian minyak goreng yang sebelumnya dikeluhkan.

“Kamis sore sudah ada undangan untuk mengambil minyak yang baru,” ujar warga tersebut.

Menurutnya, langkah penggantian yang dilakukan Bulog sudah tepat dan memberikan kepastian kepada masyarakat penerima bantuan.

Penyaluran Bantuan Pangan Hampir Rampung

Di sisi lain, Bulog Surakarta terus mengebut penyaluran bantuan pangan pemerintah di wilayah Solo Raya. Hingga pertengahan Juni 2026, realisasi distribusi bantuan pangan telah mencapai 96,79 persen.

Khusus untuk Kabupaten Wonogiri, tingkat penyaluran tercatat telah mencapai 93,83 persen dari total sasaran penerima bantuan.

Bulog Surakarta menargetkan seluruh distribusi bantuan pangan kepada masyarakat di Solo Raya dapat tuntas 100 persen sebelum akhir Juni 2026.

Baca Juga: Siapa Paola Serena dan Kenapa Namanya Viral saat Perayaan 1 Suro di Pura Mangkunegaran Solo? Begini Kronologinya

Dengan penanganan cepat terhadap aduan masyarakat di Kismantoro, Bulog berharap kepercayaan publik terhadap program bantuan pangan pemerintah tetap terjaga dan masyarakat dapat menerima bantuan dalam kondisi yang aman serta berkualitas.

Sebelumnya, sejumlah warga penerima program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kecamatan Kismantoro mengeluhkan Minyakita yang mereka terima karena beraroma dan berasa seperti minyak tanah. Bahkan, sebagian warga mengaku enggan menggunakannya untuk memasak dan memilih memanfaatkannya sebagai bahan bakar kayu bakar. (al/an)

 
Editor : Andi Aris Widiyanto
#minyak goreng minyakita bau minyak tanah #CPP #Perum Bulog Cabang Surakarta #Minyakkita ditarik Bulog #bulog