
BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Shelter Emergency yang baru dibangun di Pos 3 Jalur Pendakian Suwanting, Gunung Merbabu, langsung menunjukkan manfaatnya dalam penanganan kondisi darurat di jalur pendakian.
Fasilitas milik Balai Taman Nasional (TN) Gunung Merbabu tersebut digunakan untuk menyelamatkan seorang pendaki asal Jambi yang mengalami hipotermia saat melakukan pendakian.
Pendaki bernama R. Najwarty Mulya Harahap diketahui merupakan satu dari empat pendaki mandiri yang memulai pendakian melalui Loket 2 Suwanting pada Selasa (16/6/2026) pukul 09.00 WIB.
Namun, saat tiba di Pos 2 sekitar pukul 15.00 WIB, Najwarty mulai merasakan gejala gangguan kesehatan berupa mual, pusing, dan muntah berulang kali. Kondisinya terus menurun hingga kesulitan melanjutkan perjalanan menuju puncak.
Baca Juga: Arti Kebaikan dan Kejahatan dalam Novel The Devil and Miss Prym
Kepala SPTN Wilayah II Balai TN Gunung Merbabu, Tri Wiyanto, menjelaskan bahwa kondisi korban semakin memburuk saat berada di area HM 33 menuju Pos 3.
“Sekitar pukul 20.00 WIB di area HM 33 menuju Pos 3, gejala hipotermia mulai muncul yang ditandai dengan tubuh korban menggigil hebat,” ujar Tri Wiyanto dalam keterangan tertulis Balai TN Gunung Merbabu, Kamis (18/6/2026) malam.
Melihat kondisi tersebut, rekan satu rombongan bersama pendaki lain segera memberikan pertolongan pertama menggunakan emergency blanket dan tenda darurat untuk menjaga suhu tubuh korban. Sementara itu, salah seorang pendaki menghubungi basecamp melalui jaringan telepon seluler yang masih dapat diakses di lokasi.
Laporan tersebut kemudian diteruskan oleh pihak basecamp kepada porter dan petugas yang berjaga di Pos 3 melalui komunikasi radio. Tim evakuasi bergerak cepat menuju lokasi dan membawa korban ke Shelter Emergency Pos 3 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: Kisah George Orwell di Perang Spanyol dalam Homage to Catalonia
Menurut Tri Wiyanto, korban mulai mendapatkan penanganan medis dasar sekitar pukul 21.00 WIB menggunakan perlengkapan pertolongan pertama yang tersedia di shelter tersebut.
“Pendaki mendapatkan penanganan di Shelter Emergency menggunakan peralatan P3K yang tersedia. Korban juga diberikan makanan dan minuman hangat. Setelah sekitar satu jam, suhu tubuh kembali hangat dan kondisinya stabil,” jelasnya.
Bukti Nyata Fungsi Shelter Emergency
Tri menilai kejadian ini menjadi bukti nyata pentingnya keberadaan Shelter Emergency yang dibangun di Jalur Suwanting. Fasilitas tersebut memang dirancang sebagai sarana mitigasi risiko dan penanganan awal bagi pendaki yang mengalami kondisi darurat di jalur pendakian.
Menurutnya, keberadaan shelter memungkinkan proses pertolongan dilakukan lebih cepat sehingga dapat meminimalkan risiko yang lebih fatal bagi pendaki.
“Kami berharap fasilitas ini semakin memperkuat upaya mewujudkan pendakian yang aman, nyaman, dan bertanggung jawab,” katanya.
Baca Juga: MotoGP Ceko 2026: Marc Marquez Sebut Brno Jadi Ujian Sesungguhnya Usai Dominasi Balaton Park
Setelah menjalani perawatan dan pemantauan kondisi di shelter, Najwarty akhirnya dapat melanjutkan perjalanan turun gunung. Pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, ia berhasil tiba di Basecamp The Camp Suwanting dalam kondisi sehat.
Korban juga menyampaikan apresiasi atas keberadaan Shelter Emergency yang dinilainya sangat membantu saat menghadapi kondisi darurat di jalur pendakian.
Pendaki Diminta Lebih Siap
Balai TN Gunung Merbabu mengingatkan seluruh pendaki untuk mempersiapkan kondisi fisik sebelum melakukan pendakian, membawa perlengkapan yang memadai, memantau prakiraan cuaca, serta segera melapor kepada petugas apabila mengalami keadaan darurat.
Menurut pihak taman nasional, keselamatan di gunung tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga pada kerja sama seluruh pihak yang terlibat.
“Kolaborasi antara petugas, porter, pengelola jalur, dan sesama pendaki terbukti menjadi kunci keselamatan di gunung. Dengan adanya Shelter Emergency, TN Gunung Merbabu terus memperkuat sistem keselamatan serta budaya pendakian yang tertib dan bertanggung jawab,” pungkas Tri Wiyanto. (fid/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto