SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Dinas Pendidikan Kota Solo mencatat sebagian besar kuota jalur afirmasi dan prestasi pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP tahun ajaran 2026/2027 telah terisi. Namun, sejumlah sekolah masih menyisakan kursi sehingga kuota yang belum terpenuhi akan dialihkan ke jalur domisili.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Solo, Abi Satoto, menjelaskan pelaksanaan SPMB tahun ini berlangsung dalam tiga tahap. Tahap pertama melalui kelas khusus dan sekolah khusus olahraga telah selesai, sedangkan tahap kedua melalui jalur afirmasi dan prestasi diumumkan pada 17 Juni 2026.
"Kuota jalur prestasi 25 persen dan afirmasi 25 persen. Setelah pengumuman, calon murid melakukan daftar ulang sampai 19 Juni mendatang. Yang daftar ulang otomatis tercatat sebagai calon murid di sekolah tujuan," kata Abi, Kamis (18/6).
Baca Juga: Power Bank Mendadak Meledak Saat Dicas, Rumah Warga Tawangmangu Karanganyar Dilalap Api
Menurutnya, siswa yang dinyatakan diterima tetapi tidak melakukan daftar ulang akan dianggap mengundurkan diri dan masih dapat mengikuti seleksi pada tahap berikutnya melalui jalur domisili maupun mutasi.
Sementara itu, peserta yang belum lolos pada jalur afirmasi dan prestasi tetap dapat mengikuti seleksi tahap selanjutnya menggunakan akun yang sama tanpa perlu membuat akun baru.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Solo, sebanyak sekitar 1.320 siswa diterima melalui jalur prestasi dan sekitar 1.190 siswa melalui jalur afirmasi. Meski mayoritas kuota telah terisi, masih terdapat beberapa sekolah yang belum memenuhi daya tampung.
"Kuota yang belum penuh nanti akan digabungkan ke jalur domisili. Jadi sisa kuota itu ditambahkan ke kuota domisili agar daya tampung sekolah tetap terisi maksimal," ujarnya.
Abi menilai sistem penerimaan yang dilakukan secara bertahap memberikan kesempatan lebih luas bagi calon siswa untuk memperoleh sekolah yang diinginkan. Selain itu, jalur prestasi diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa karena nilai akademik menjadi salah satu faktor penting dalam seleksi.
"Harapannya anak-anak semakin sadar bahwa nilai itu penting karena digunakan dalam seleksi. Tahun depan kuota jalur prestasi kemungkinan akan kami maksimalkan selama tidak melanggar regulasi," katanya.
Baca Juga: Pasca Kasus Korupsi Retribusi, DiskuktransESDM Karanganyar Siapkan E-Retribusi untuk PKL
Ia juga mengungkapkan tingginya minat masyarakat dari luar daerah untuk bersekolah di Kota Solo. Pada jalur prestasi, cukup banyak pendaftar berasal dari luar Kota Surakarta yang bersaing dengan calon siswa lokal.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 23 Solo, Sri Rahayu, mengatakan proses daftar ulang masih berlangsung hingga Jumat (19/6). Untuk jalur prestasi, seluruh kuota sebanyak 56 siswa telah terpenuhi. Namun pada jalur afirmasi, baru 49 siswa yang melakukan daftar ulang dari total kuota 56 siswa.
"Untuk afirmasi masih kurang tujuh siswa. Nanti masih ada kesempatan melalui jalur domisili dan mutasi," ujarnya.
Sri Rahayu menambahkan, selama proses verifikasi dokumen dan daftar ulang tidak ditemukan kendala berarti. Seluruh berkas dan piagam prestasi yang diajukan calon siswa telah dinyatakan valid.
Tingginya minat pendaftar terlihat dari jumlah peserta jalur prestasi di SMPN 23 Solo yang mencapai 123 siswa, jauh melampaui kuota yang tersedia. Dari total siswa yang diterima melalui jalur tersebut, dua di antaranya berasal dari luar Kota Surakarta.
"Banyak pendaftar yang memiliki nilai TKA tinggi dari luar kota. Karena sekolah kami berbatasan dengan Boyolali, peminat dari luar kota cukup banyak. Mereka masih berpeluang diterima melalui jalur domisili sesuai ketentuan yang berlaku," pungkasnya. (alf/an).