Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Warga Kismantoro Keluhkan Minyakita Bantuan CPP Berbau Minyak Tanah, Ada yang Dipakai Bakar Kayu

Iwan Adi Luhung • Kamis, 18 Juni 2026 | 10:43 WIB
m
Warga penerima bantuan CPP di Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, mengeluhkan Minyakita berbau mirip minyak tanah. (Dok. Warga)

WONOGIRI, SOLOBALAPAN.COM – Sejumlah warga penerima program bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) di Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, mengeluhkan kondisi minyak goreng merek Minyakita yang dibagikan dalam paket bantuan. Warga menyebut minyak goreng tersebut mengeluarkan bau menyengat mirip minyak tanah sehingga menimbulkan keraguan untuk digunakan memasak.

Keluhan itu muncul setelah bantuan CPP berupa 20 kilogram beras dan dua pouch Minyakita ukuran dua liter diterima masyarakat pada pekan lalu.

Salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, kualitas beras dalam paket bantuan dinilai baik oleh penerima manfaat. Namun, kondisi minyak goreng justru menjadi perbincangan di sejumlah desa karena aroma yang tidak biasa.

Baca Juga: Hidup Berubah dalam 7 Hari: Intip Filosofi Novel Paulo Coelho

“Berasnya menurut penerima manfaat bagus. Tapi minyaknya ini yang dikeluhkan warga. Baunya seperti lengo pet (minyak tanah). Minyakita itu ukuran dua liter,” ujarnya, Rabu (17/6/2026) malam.

Keluhan Muncul di Sejumlah Desa

Menurutnya, keluhan serupa tidak hanya dirasakan oleh satu atau dua warga. Beberapa penerima bantuan di sejumlah desa di Kecamatan Kismantoro juga mengaku mencium bau menyengat saat minyak digunakan untuk memasak.

“Jadi ada yang mau dipakai minyaknya. Dipanasi minyaknya, ditinggal ngumbah lombok (mencuci cabai), lalu setelah panas baunya seperti lengo pet,” katanya.

Seorang warga bahkan sempat tetap menggunakan minyak tersebut untuk memasak. Namun hasil masakan dinilai memiliki aroma dan rasa yang tidak lazim sehingga akhirnya dibuang dan diganti dengan minyak goreng lain.

Tak sedikit pula warga yang memilih tidak menggunakannya untuk konsumsi. Bahkan ada yang memanfaatkan minyak tersebut sebagai bahan pembantu untuk menyalakan api saat memasak menggunakan kayu bakar.

“Ada juga yang digunakan untuk cethik geni (menyalakan api). Dibakar, memasaknya pakai kayu bakar,” tambahnya.

Akibat kejadian itu, muncul desas-desus di kalangan masyarakat. Sejumlah penerima manfaat memilih menyimpan Minyakita yang diterima sambil menunggu kejelasan lebih lanjut.

“Ada yang masih disimpan. Berharapnya ditukar,” ujarnya.

Baca Juga: Timnas Korea Selatan Boikot Media di Piala Dunia 2026, Son Heung-min Jadi Korban Ejekan

Diproduksi Perusahaan di Karanganyar

Berdasarkan foto kemasan yang diterima, Minyakita yang dibagikan dalam program CPP tersebut diproduksi oleh PT Kusuma Mukti Remaja yang berlokasi di Karanganyar.

Perusahaan tersebut sebelumnya pernah menjadi perhatian publik. Pada Maret 2025, aparat kepolisian menyita puluhan ribu botol Minyakita tutup kuning dari pabrik tersebut setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian volume isi dengan takaran yang tercantum pada kemasan.

Camat Benarkan Ada Keluhan

Sementara itu, Camat Kismantoro, Sularto, membenarkan adanya laporan masyarakat terkait aroma tidak biasa pada Minyakita bantuan CPP.

Menurutnya, laporan tersebut berasal dari beberapa wilayah, yakni Desa Miri, Desa Gedawung, dan Kelurahan Kismantoro.

“(Keluhan dari warga) Desa Miri, Gedawung dan Kelurahan Kismantoro. Ada keluhan itu,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Sularto mengaku sempat menanyakan kemungkinan bau tersebut berasal dari kardus atau kemasan distribusi. Namun berdasarkan keterangan warga, aroma menyengat baru tercium saat minyak digunakan atau dipanaskan.

Baca Juga: Alex Marquez Berpeluang Comeback di MotoGP Ceko 2026, Tunggu Lampu Hijau Tim Medis

“Katanya saat penyaluran tidak bau. Taunya saat dikonsumsi. Jika saat penyaluran pasti ramainya di desa saat penyaluran, nggak mungkin berani desa memberikan kalau seperti itu. Sementara ada tiga desa/kelurahan itu. Pembagian sudah selesai pekan lalu,” jelasnya.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak produsen maupun instansi terkait mengenai penyebab munculnya bau yang dikeluhkan warga tersebut. Masyarakat berharap ada pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kualitas dan keamanan minyak goreng yang dibagikan melalui program bantuan pemerintah. (al/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#cadangan pangan pemerintah (CPP) #Kecamatan Kismantoro #minyak goreng minyakita bau minyak tanah #minyakkita bau minyak tanah #wonogiri