SOLOBALAPAN.COM – Federasi Sepak Bola Korea Selatan atau Korea Football Association (KFA) mengambil langkah tegas setelah kapten timnas, Son Heung-min, menjadi sasaran komentar bernada merendahkan dari sejumlah jurnalis.
KFA memutuskan memboikot seluruh aktivitas media yang berkaitan dengan Timnas Korea Selatan selama gelaran Piala Dunia 2026.
Keputusan tersebut diumumkan melalui pernyataan resmi federasi. KFA menyatakan kekecewaannya atas sikap sejumlah personel media yang melontarkan komentar tidak pantas kepada Son saat sesi latihan tim di kamp pelatihan Guadalajara, Meksiko.
Baca Juga: Alex Marquez Berpeluang Comeback di MotoGP Ceko 2026, Tunggu Lampu Hijau Tim Medis
“Komentar tidak pantas dibuat oleh beberapa personel media selama latihan tim di kamp pelatihan Guadalajara,” tulis KFA dalam pernyataan resminya seperti dikutip The Korea Times.
Menurut federasi, insiden tersebut menimbulkan rasa kecewa dan keterkejutan di dalam skuad Taeguk Warriors yang tengah fokus menghadapi persaingan di Piala Dunia 2026.
“Kejutan dan kekecewaan besar,” lanjut pernyataan KFA.
Terjadi Saat Latihan Terbuka
Insiden penghinaan terhadap Son Heung-min dilaporkan terjadi pada 7 Juni 2026 saat Timnas Korea Selatan menggelar latihan terbuka di Guadalajara. Sesi tersebut berlangsung lima hari sebelum laga perdana Korea Selatan melawan Timnas Ceko pada 12 Juni.
Ketika Son sedang menjalani pemanasan, beberapa jurnalis terdengar melontarkan ejekan yang menyinggung status wajib militernya. Situasi semakin menjadi sorotan karena komentar tersebut terekam dan sempat tersiar melalui siaran langsung salah satu stasiun televisi di Korea Selatan.
Peristiwa itu memicu reaksi keras dari federasi yang menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan profesionalisme insan pers serta berpotensi mengganggu konsentrasi pemain selama turnamen berlangsung.
KFA Prioritaskan Kondisi Mental Pemain
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Touch Grass, Tren Anak Muda Jauhi Layar Gadget
KFA menegaskan kebijakan pembatasan akses media akan tetap diberlakukan selama tim menjalani agenda di Piala Dunia 2026. Langkah tersebut diambil untuk memastikan para pemain dapat fokus sepenuhnya pada pertandingan tanpa terganggu isu di luar lapangan.
Federasi juga menekankan bahwa perlindungan terhadap kondisi mental dan kenyamanan pemain menjadi prioritas utama selama turnamen berlangsung.
Dengan keputusan ini, interaksi langsung antara skuad Korea Selatan dan media diperkirakan akan dibatasi hingga situasi dinilai kondusif kembali. Langkah tegas KFA sekaligus menjadi pesan bahwa federasi tidak akan mentoleransi tindakan yang dianggap merendahkan atau mengganggu pemain, termasuk terhadap sosok penting seperti Son Heung-min. (rid/bas)