Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Korsleting Listrik Dominasi Penyebab Kebakaran di Wonogiri Sepanjang 2026

Iwan Adi Luhung • Rabu, 17 Juni 2026 | 15:54 WIB
Damkar Wonogiri mencatat 17 kasus kebakaran sepanjang Januari hingga pertengahan Juni 2026. (ILUSTRASI)
Damkar Wonogiri mencatat 17 kasus kebakaran sepanjang Januari hingga pertengahan Juni 2026. (ILUSTRASI)

WONOGIRI, SOLOBALAPAN.COM – Kasus kebakaran di Kabupaten Wonogiri masih menjadi perhatian serius. Sepanjang Januari hingga pertengahan Juni 2026, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Wonogiri mencatat sedikitnya 17 kejadian kebakaran yang terjadi di berbagai wilayah.

Mayoritas insiden tersebut dipicu oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik, sementara sebagian lainnya disebabkan aktivitas pembakaran yang kurang diawasi.

Koordinator Damkar Satpol PP dan Damkar Wonogiri, Sriyanto Kembo, mengatakan hingga Rabu (17/6/2026) pihaknya telah menerima dan menangani 17 laporan kebakaran.

“Sejak awal tahun hingga sekarang ada 17 laporan kebakaran yang kami terima,” ujarnya.

Baca Juga: Acosta dan Aldeguer Jadi Ancaman Baru, Marc Marquez Siap Bekerja Lebih Keras

Menurut Kembo, tingginya angka kebakaran menunjukkan bahwa ancaman kebakaran masih cukup besar sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memasuki musim kemarau.

Ia menjelaskan, instalasi listrik yang bermasalah menjadi penyebab paling dominan dalam berbagai kejadian kebakaran yang ditangani petugas selama enam bulan terakhir.

“Yang paling banyak memang karena korsleting listrik,” katanya.

Selain korsleting, sejumlah kasus kebakaran juga dipicu aktivitas blubukan atau pembakaran sampah yang tidak diawasi hingga api merembet ke area sekitar dan membakar lahan maupun bangunan.

Baca Juga: Sindiran Nyata Pengawasan Digital, Mengapa Anda Harus Membaca Novel 1984?

Waspadai Risiko Kebakaran Saat Musim Kemarau

Memasuki musim kemarau, Damkar Wonogiri mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran. Cuaca panas dan minimnya curah hujan membuat kondisi lingkungan menjadi lebih kering sehingga api lebih mudah menyebar.

Risiko tersebut meningkat terutama pada lahan kosong, area pertanian, serta lokasi yang terdapat tumpukan sampah dan material mudah terbakar.

Karena itu, masyarakat diminta tidak meninggalkan api tanpa pengawasan saat membakar sampah atau membersihkan lahan.

“Saat membakar sampah harus ditunggui dan dipastikan api benar-benar mati sebelum ditinggalkan,” tegas Kembo.

Selain itu, warga juga diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran, khususnya di area yang banyak terdapat rumput kering atau bahan mudah terbakar lainnya.

Baca Juga: Kronologi Selebgram Nabila Zirus Viral, Istri Sah Kesal Suaminya Dipameri Foto Seksi Sang Selebgram, Begini Modusnya

“Buang puntung rokok juga jangan sembarangan,” pungkasnya.

Damkar Wonogiri berharap masyarakat lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha, serta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau guna menekan angka kejadian kebakaran di wilayah tersebut. (al/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#kebakaran wonogiri #buang puntung rokok #wonogiri #musim kemarau #korsleting listrik