Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Pasokan Seret, Harga MinyaKita di Pasar Boyolali Melambung Jauh di Atas HET

Abdul Khofid Firmanda Putra • Rabu, 17 Juni 2026 | 10:10 WIB
Kelangkaan MinyaKita terjadi di pasar-pasar tradisional Boyolali. Harga minyak goreng subsidi itu melonjak hingga Rp20 ribu per liter, jauh di atas HET Rp15.700. (Dok. Disdagperin Boyolali)
Kelangkaan MinyaKita terjadi di pasar-pasar tradisional Boyolali. Harga minyak goreng subsidi itu melonjak hingga Rp20 ribu per liter, jauh di atas HET Rp15.700. (Dok. Disdagperin Boyolali)

BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Kelangkaan minyak goreng bersubsidi MinyaKita terjadi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Boyolali. Dampaknya, harga jual di tingkat pedagang melambung hingga mencapai Rp20 ribu per liter, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali, Purnawan Raharjo, mengatakan kenaikan harga terjadi hampir di seluruh pasar tradisional akibat terbatasnya pasokan yang masuk ke wilayah Boyolali.

“Ini hampir semua pasar ada kenaikan harga di atas HET, bahkan ada yang sampai Rp19 ribu sampai Rp20 ribu,” ujar Purnawan, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, tingginya permintaan masyarakat yang tidak diimbangi ketersediaan stok menjadi salah satu penyebab utama kelangkaan MinyaKita di pasaran. Kondisi tersebut membuat pedagang kesulitan memperoleh pasokan sehingga harga terus merangkak naik.

Baca Juga: Full Senyum saat Kencan Nonton F1 di Monaco, Seberapa Kaya Rakin Khan yang Digosipkan Jadi Pacar Baru Fuji?

Untuk mengatasi persoalan itu, Disdagperin Boyolali telah berkoordinasi dengan Perum Bulog guna menambah pasokan MinyaKita ke pasar-pasar tradisional. Bulog dijadwalkan melakukan dropping atau distribusi tambahan mulai pekan ini.

“Memang permintaannya cukup tinggi. Mungkin suplainya ada hambatan. Tapi ini kami sudah berkoordinasi dengan Bulog. Dari Bulog akan dropping ke pasar-pasar. Harapannya suplai dari Bulog bisa memenuhi kebutuhan pasar,” jelasnya.

Meski demikian, tidak semua pedagang dapat memperoleh pasokan MinyaKita dari Bulog maupun distributor yang bekerja sama dengan Bulog. Saat ini distribusi minyak goreng subsidi tersebut diprioritaskan bagi pedagang yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

Karena itu, Disdagperin Boyolali mendorong para pedagang pasar untuk segera mengurus NIB agar lebih mudah mendapatkan akses pasokan MinyaKita. Pemerintah daerah bahkan telah memfasilitasi pembuatan NIB di sejumlah pasar tradisional.

Baca Juga: Sempat Diwarnai Adu Mulut Dua Kubu Keraton, Kirab Pusaka Malam 1 Suro Berlangsung Lancar

“Pedagang beberapa pasar di Boyolali sudah kami fasilitasi untuk membuat NIB,” kata Purnawan.

Pemerintah Kabupaten Boyolali berharap tambahan pasokan dari Bulog serta percepatan kepemilikan NIB di kalangan pedagang dapat membantu menstabilkan harga MinyaKita sehingga kembali mendekati HET dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Selain di pasar-pasar wilayah Boyolali, harga MinyaKita di sejumlah lokasi lainnya juga masih berada pada kisaran Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per liter. (fid/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#kelangkaan minyak goreng #minyak goreng bersubsidi #HET #boyolali #MinyaKita