SOLOBALAPAN, BUDAYA — Kota Solo bersiap menyambut salah satu upacara adat paling kolosal, sakral, dan paling dinantikan di tanah air.
Prosesi Kirab Pusaka Malam 1 Suro Tahun Be 1960 dipastikan siap digelar pada Selasa malam, 16 Juni 2026.
Ritual agung pergantian tahun baru Jawa yang bergulir bersamaan dengan fajar 1 Muharram 1448 Hijriah ini akan berpusat di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo).
Bagi masyarakat maupun wisatawan yang hendak ngalap berkah atau menyaksikan langsung, wajib mencatat jam dimulainya prosesi beserta rute jalan yang akan dilewati.
Jam Berapa Kirab Kebo Bule Dimulai?
Berbeda dengan pawai budaya pada umumnya, Kirab Malam 1 Suro dilangsungkan dalam keheningan pekat malam atau dikenal dengan istilah tapa bisu.
Ritual ini menjadi simbol laku prihatin, refleksi diri, serta doa tolak bala untuk keselamatan bangsa.
Sesuai dengan ketetapan adat istiadat kerajaan, rombongan utama pusaka dalem beserta kawalan Kebo Bule keturunan Kyai Slamet dipastikan mulai berarak meninggalkan pelataran keraton menjelang tengah malam, tepatnya pada pukul 23.30 WIB.
Kawanan kebo bule legendaris ini akan diposisikan di barisan paling depan (cucuk lampah) sebagai pemandu jalan bagi seluruh rombongan pembawa pusaka.
Susunan Acara Lengkap (Rantaman Kegiatan) Malam 1 Suro
Rangkaian upacara sakral ini sebenarnya sudah mulai bergulir sejak sore hari secara internal di dalam kompleks istana. Berikut adalah rincian lini masa lengkap ritual sepanjang malam:
| Waktu (WIB) | Agenda / Rantaman Kegiatan Malam 1 Suro 2026 |
| 18.00 - 19.00 | Tahap Persiapan Awal: Para abdi dalem dan jajaran kepanitiaan mulai berkumpul dan bersiap di Sasana Prasadya serta Kori Kamandungan. |
| 19.00 - 23.00 | Miyos Dalem: Momen sakral saat Raja Keraton Surakarta, SISKS Pakubuwono (PB) XIV, keluar untuk menyapa para tamu undangan istana. |
| 23.30 | Persiapan Barisan & Wilujengan: Lima ekor kebo bule Kyai Slamet mulai ditata rapi di pelataran istana, dibarengi doa bersama di Sanggar Pamujan. |
| 00.00 - 02.00 | Sepak Mula Kirab: Pasukan kirab resmi melangkah keluar dari benteng istana untuk mengitari rute protokol luar kota Solo. |
| 02.00 - 03.00 | Kondur Pusaka: Rombongan utusan dalem pembawa pusaka dijadwalkan telah rampung mengitari rute dan kembali memasuki gerbang keraton. |
| 03.30 | Jengkar Dalem (Penutup): SISKS PB XIV bangkit meninggalkan Sasana Prasadya dengan diiringi lantunan syahdu dari gending Calapita. |
Rute Resmi Jalur Kirab Kebo Bule Keraton Solo 2026
Iring-iringan kirab dipastikan tetap mempertahankan jalur konvensional luar benteng yang menjadi rute turun-temurun sejak zaman leluhur. Berikut adalah urutan jalan yang bakal dilewati rombongan pusaka:
-
Etape Awal: Perjalanan diawali dari dalam kompleks keraton bergerak ke arah utara melintasi Jalan Supit Urang menuju Jalan Pakoe Boewono.
-
Sektor Utara: Setelah melewati Gapura Gladag, iring-iringan berjalan lurus ke utara menyusuri Jalan Jenderal Sudirman, lalu mengambil arah berbelok ke timur melalui Jalan Mayor Kusmanto.
-
Sektor Timur & Selatan: Dari sana, rombongan berbelok ke arah selatan menyusuri Jalan Kapten Mulyadi, dilanjutkan berbelok ke arah barat melintasi sepanjang Jalan Veteran.
-
Etape Akhir: Rombongan akan berbelok kembali ke utara melalui Jalan Yos Sudarso, kemudian belok ke arah timur masuk ke jalan protokol Jalan Slamet Riyadi. Dari titik ini, rombongan kirab akan langsung berbelok ke arah selatan menuju Jalan Pakoe Boewono hingga akhirnya finis masuk kembali ke pintu gerbang Keraton Solo.
Imbauan untuk Penonton: Mengingat sakralnya acara ini, masyarakat yang menonton di sepanjang rute diimbau untuk menjaga ketertiban, menjaga kebersihan, tidak menyalakan lampu kilat (flash) kamera secara berlebihan ke arah kebo bule, serta menghormati jalannya laku tapa bisu selama iring-iringan lewat.
Pemkot Solo bersama jajaran kepolisian sendiri telah menyebar 854 personel di berbagai titik rawan keramaian guna menjamin pengamanan maksimal agar aset budaya warisan leluhur ini dapat berjalan dengan khidmat dan lancar.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo