Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Libur Muharam, Jenang Suro Gratis Jadi Daya Tarik Wisata Pasar Triwindu Solo

Alfida Nurcholisah • Selasa, 16 Juni 2026 | 17:00 WIB
Tradisi pembagian 500 porsi Jenang Suro gratis di Pasar Triwindu Solo menjadi magnet wisata saat libur Muharam. (Alfida Nurcholisah/solobalapan.com)
Tradisi pembagian 500 porsi Jenang Suro gratis di Pasar Triwindu Solo menjadi magnet wisata saat libur Muharam. (Alfida Nurcholisah/solobalapan.com)

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Tradisi pembagian Jenang Suro gratis di Pasar Triwindu Solo kembali menjadi magnet bagi wisatawan dan pengunjung saat libur Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.

Kegiatan yang digelar para pedagang pasar barang antik legendaris tersebut tidak hanya melestarikan tradisi budaya, tetapi juga turut mendongkrak kunjungan wisata dan aktivitas ekonomi pedagang.

Ratusan pengunjung memadati kawasan Pasar Triwindu, Selasa (16/6), untuk mengikuti tradisi yang telah berlangsung turun-temurun itu.

Baca Juga: Rekam Jejak Ricky Nelson, Pelatih Anyar Persis Solo yang Siap Jinakkan Kerasnya Pegadaian Championship

Jenang Suro yang dibagikan terdiri dari bubur lengkap dengan perkedel, telur, sambal goreng khas Solo, serta kedelai hitam.

Selain itu, panitia juga menyediakan berbagai jajanan pasar tradisional sebagai bagian dari upaya mengenalkan kuliner warisan budaya kepada masyarakat.

Ketua Paguyuban Pasar Triwindu, Nur Bramantyo, mengatakan tradisi Jenang Suran merupakan warisan budaya yang sejak lama dijaga para pedagang.

Jika pada masa lalu sajian tersebut hanya dinikmati sesama pedagang, kini dibagikan secara gratis kepada masyarakat luas.

“Dulu orang tua kami membuat jenang dan dimakan bersama-sama. Awalnya dari pedagang untuk pedagang, sekarang dari pedagang untuk semua,” ujar Nur.

Baca Juga: Life of Pi: Novel Filosofis yang Mengubah Cara Dunia Melihat Kisah Bertahan Hidup

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap tradisi tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun. Jika pada tahun lalu panitia hanya menyiapkan sekitar 150 porsi, jumlah itu tidak mampu memenuhi permintaan yang mencapai sekitar 300 porsi.

Melihat tingginya minat masyarakat, tahun ini jumlah Jenang Suro yang disiapkan ditingkatkan menjadi 500 porsi.

“Tujuannya supaya tradisi ini tidak terputus di generasi berikutnya, sekaligus mengenalkan Pasar Triwindu kepada masyarakat yang lebih luas. Selain itu juga untuk membantu mengangkat ekonomi para pedagang,” katanya.

Nur menjelaskan, seluruh proses pembuatan Jenang Suro dilakukan secara gotong royong oleh para pedagang sejak sehari sebelum acara. Pembiayaan kegiatan juga berasal dari swadaya para pedagang yang ingin mempertahankan tradisi tersebut.

Baca Juga: Oknum ASN di Karanganyar yang Jadi Tersangka Dugaan Calo Rekrutmen BUMD Bertugas di DPUPR

Keramaian pengunjung terlihat sejak pembagian jenang dimulai. Banyak wisatawan yang datang tanpa mengetahui adanya agenda tersebut dan merasa beruntung bisa ikut menikmati sajian khas Muharam secara gratis.

Salah satunya adalah Putri Badiah (25), warga Karanganyar. Ia mengaku awalnya hanya berkunjung ke Pasar Triwindu untuk berwisata, namun ternyata bertepatan dengan pembagian Jenang Suro.

“Awalnya cuma mau jalan-jalan ke Pasar Triwindu, ternyata pas ada acara ini. Sempat ragu apakah benar gratis atau tidak. Buburnya enak dan porsinya besar sekali,” ujarnya.

Putri mengatakan dirinya rela mengantre untuk mendapatkan Jenang Suro karena proses antrean berjalan tertib dan tidak memakan waktu lama.

Pengalaman serupa dirasakan Nisa Hidayah, wisatawan asal Wonogiri. Ia mengaku baru pertama kali mencicipi Jenang Suro saat memanfaatkan libur Muharam untuk berkunjung ke Solo.

“Karena sedang libur, kami jalan-jalan ke Solo dan mencoba mengunjungi tempat yang belum pernah didatangi. Ini pertama kali saya mencoba Jenang Suro. Pengalaman yang menyenangkan dan ternyata pengunjungnya banyak juga,” kata Nisa.

Baca Juga: Olivia Rodrigo Rilis Album Ketiga You Seem Pretty Sad for a Girl So in Love

Menurutnya, selain cita rasa jenang yang lezat, keramahan panitia dan suasana Pasar Triwindu yang ramai membuat pengalaman tersebut semakin berkesan.

Tradisi pembagian Jenang Suro di Pasar Triwindu pun tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya dan kuliner tradisional, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang mampu menarik kunjungan masyarakat dari berbagai daerah setiap peringatan Tahun Baru Islam. (alf/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#jenag suro #libur muharam #pembagian jenang suro gratis #Libur tahun baru islam 1 muharam #Pasar Triwindu