SURAKARTA, SOLOBALAPAN.COM – Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2026 di Universitas Muhammadiyah Surakarta menunjukkan tren positif. Hingga 15 Juni 2026, jumlah pendaftar tercatat mencapai 20.830 orang atau meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 20.400 pendaftar.
Peningkatan tersebut juga diikuti bertambahnya jumlah calon mahasiswa yang telah menyelesaikan proses registrasi. Data UMS menunjukkan jumlah registrasi mahasiswa baru pada tahun ini telah mencapai 4.029 orang.
Staf Promosi PMB UMS, Fefy Sheilla Putri, mengatakan capaian tersebut menunjukkan minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di UMS terus mengalami pertumbuhan.
“Untuk registrasi juga mengalami peningkatan. Pada periode yang sama tahun 2024 jumlah registrasi tercatat 3.089 mahasiswa, kemudian meningkat pada tahun 2025, dan tahun 2026 ini sudah mencapai 4.029 mahasiswa,” ujarnya, Senin (15/6/2026).
Prodi AI Jadi Daya Tarik Baru
Menurut Fefy, meningkatnya jumlah pendaftar tidak terlepas dari reputasi UMS yang terus berkembang serta bertambahnya pilihan program studi yang tersedia.
Jika pada tahun lalu UMS memiliki 40 program studi sarjana, pada PMB 2026 jumlah tersebut bertambah menjadi 41 program studi dengan hadirnya Program Studi Artificial Intelligence (AI).
“Tahun lalu UMS memiliki 40 program studi untuk program sarjana, sedangkan tahun ini menjadi 41 program studi dengan penambahan Program Studi Artificial Intelligence (AI),” jelasnya.
Kehadiran program studi baru tersebut menjadi salah satu upaya UMS menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin berkembang di bidang teknologi dan kecerdasan buatan.
Persaingan Masuk UMS Makin Ketat
Fefy menilai tingginya jumlah pendaftar membuat persaingan masuk UMS semakin kompetitif. Karena itu, calon mahasiswa diminta memahami potensi akademik yang dimiliki sebelum menentukan jalur seleksi yang akan dipilih.
Bagi siswa dengan nilai rapor yang baik, jalur seleksi rapor masih menjadi pilihan yang cukup menjanjikan. Sementara peserta dengan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tinggi dapat memanfaatkan jalur UTBK yang dinilai lebih ekonomis dari sisi biaya pendaftaran.
“Kalau merasa nilai rapornya bagus bisa memilih jalur rapor. Jika nilai UTBK-nya baik bisa melalui jalur UTBK. Namun jika ingin mencoba peluang lain, UMS juga menyediakan jalur CBT yang memungkinkan peserta mengikuti tes hingga sembilan kali kesempatan,” terang Fefy.
Ia juga mengingatkan calon mahasiswa untuk segera menyelesaikan proses pendaftaran dan registrasi karena kuota di sejumlah program studi terus berkurang seiring meningkatnya jumlah peminat.
Kedokteran Tetap Jadi Favorit
Hingga pertengahan Juni 2026, Program Studi Pendidikan Dokter masih menjadi program studi yang paling banyak diminati calon mahasiswa UMS.
Baca Juga: Cetak Sejarah! Lisa BLACKPINK Jadi Idol K-Pop Perempuan Pertama di Opening Piala Dunia 2026
Selain Pendidikan Dokter, Program Studi Farmasi dan Psikologi juga masuk dalam daftar program studi dengan jumlah peminat tertinggi.
Sementara untuk pilihan kedua, Program Studi Kedokteran Gigi menjadi salah satu yang paling banyak dipilih oleh peserta.
“Biasanya calon mahasiswa memilih Pendidikan Dokter sebagai pilihan pertama dan Kedokteran Gigi sebagai pilihan kedua,” ungkapnya.
Menurut Fefy, tingkat persaingan atau passing grade pada program-program favorit tersebut cenderung meningkat menjelang berakhirnya masa penerimaan mahasiswa baru.
Lonjakan registrasi juga mulai terlihat setelah pengumuman hasil UTBK, karena banyak peserta yang langsung mengamankan kursi di program studi pilihannya.
Baca Juga: Fakta Novel The Old Man and the Sea, Mahakarya Peraih Nobel Sastra
“Kami melihat adanya lonjakan registrasi setelah pengumuman UTBK. Karena itu, semakin cepat mendaftar dan registrasi tentu semakin baik,” katanya.
Calon Mahasiswa Pilih UMS Karena Dekat dan Banyak Rekomendasi
Salah satu calon mahasiswa baru UMS asal Salatiga, Syafiq Imanulha Kamaludziman, mengaku memilih UMS karena lokasinya yang relatif dekat dengan tempat tinggalnya. Selain itu, banyak rekannya yang lebih dahulu menempuh pendidikan di kampus tersebut.
“Saya memilih UMS karena banyak teman yang kuliah di sini dan lokasinya dekat,” ujarnya.
Syafiq memilih Program Studi Manajemen karena dinilai sesuai dengan latar belakang pendidikan yang ditempuh saat SMA.
“Karena saya dari jurusan IPS dan sering belajar ekonomi, jadi saya memilih Manajemen,” katanya.
Ia berharap dapat menjalani perkuliahan dengan lancar dan meraih prestasi akademik yang baik selama menempuh pendidikan di UMS.
“Harapannya kuliah lancar, belajarnya lancar, dan bisa mendapatkan nilai yang bagus,” tutupnya.
Dengan jumlah pendaftar yang telah menembus 20 ribu orang dan tren registrasi yang terus meningkat, PMB UMS 2026 menunjukkan bahwa kampus tersebut masih menjadi salah satu tujuan utama calon mahasiswa di wilayah Jawa Tengah maupun nasional. (an)