Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kuota SMP dan SMA Sekolah Rakyat Sukoharjo Penuh, Siswa Tak Tertampung Dialihkan ke Jalur Afirmasi

Iwan Kawul • Senin, 15 Juni 2026 | 12:11 WIB
Pembangunan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat terus dikebut agar siap digunakan pada awal tahun ajaran baru yang dijadwalkan dimulai Juli 2026. (Iwan Kawul/solobalapan.com)
Pembangunan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat terus dikebut agar siap digunakan pada awal tahun ajaran baru yang dijadwalkan dimulai Juli 2026. (Iwan Kawul/solobalapan.com)

SUKOHARJO, SOLOBALAPAN.COM – Persiapan operasional Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Sukoharjo memasuki tahap krusial menjelang dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027. Selain percepatan pembangunan fisik yang kini telah masuk kategori zona hijau, proses penetapan calon peserta didik untuk jenjang SMP dan SMA juga telah rampung dengan kuota yang terisi penuh.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan penetapan calon siswa Sekolah Rakyat telah diselesaikan sejak pekan lalu. Untuk jenjang SMP dan SMA, masing-masing telah memenuhi kuota sebanyak 90 peserta didik.

“Sampai Kamis minggu lalu kami sudah menyelesaikan penetapan calon siswa Sekolah Rakyat. Untuk SMP dan SMA sudah memenuhi kuota masing-masing 90 calon siswa. Sementara untuk SD belum memenuhi kuota,” ujar Yunia, Senin (15/6).

Baca Juga: Polemik GKJ Banyuanyar Mengemuka, FKUB Solo Minta Warga Utamakan Dialog dan Jangan Terprovokasi

Ia menjelaskan, hingga saat ini jumlah calon siswa SD yang berhasil dijaring baru mencapai 23 anak. Rinciannya, 22 calon siswa berasal dari Kabupaten Sukoharjo dan satu calon siswa merupakan kiriman dari Kabupaten Klaten.

Kuota Total 270 Siswa

Pada Tahun Ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Kabupaten Sukoharjo mendapatkan kuota sebanyak 270 peserta didik yang terbagi dalam tiga jenjang pendidikan.

Masing-masing jenjang terdiri dari 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Sebelumnya, Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo telah menggelar Desk Penetapan Calon Peserta Didik Sekolah Rakyat bersama Direktorat Jenderal Perlindungan Sosial Non Kebencanaan Kementerian Sosial RI, Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso Surakarta, SRMA 17 Surakarta, SRD 2 Surakarta, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sukoharjo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta petugas penjangkauan.

Dalam forum tersebut dilakukan pemaparan hasil verifikasi terhadap 22 calon peserta didik SD, 102 calon peserta didik SMP, dan 114 calon peserta didik SMA sebelum akhirnya ditetapkan sesuai kuota yang tersedia.

Baca Juga: JCI Solo dan JCI Surigao Filipina Resmi Jalin Sister Chapter, Buka Peluang Kerja Sama Ekonomi hingga Pendidikan

Siswa yang Tidak Masuk Kuota Tetap Difasilitasi

Yunia memastikan calon peserta didik yang belum masuk dalam kuota Sekolah Rakyat tetap akan mendapatkan akses pendidikan.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukoharjo dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah agar siswa yang tidak tertampung dapat memperoleh layanan pendidikan melalui jalur afirmasi di sekolah reguler.

“Kami sudah koordinasi dengan Disdik Kabupaten Sukoharjo dan Cabang Dinas Wilayah VII Provinsi Jawa Tengah agar mereka tetap mendapatkan kesempatan layanan pendidikan melalui jalur afirmasi. Ini dipilih dari calon siswa yang memungkinkan mendapatkan layanan pendidikan reguler,” jelasnya.

Menteri PU Sidak Proyek Sekolah Rakyat

Di sisi lain, pembangunan sarana dan prasarana Sekolah Rakyat terus dikebut agar siap digunakan pada awal tahun ajaran baru yang dijadwalkan dimulai Juli 2026.

Baca Juga: UTP Surakarta Catat Prestasi Internasional: Dosennya Sabet Emas dan Perak di SAMOC Malaysia

Bahkan, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat 2 Kabupaten Sukoharjo pada Minggu (14/6) malam.

Dalam kunjungannya, Dody menyebut progres pembangunan kini telah masuk kategori zona hijau atau sesuai target yang ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, tantangan yang sempat muncul berkaitan dengan kondisi jalan desa yang digunakan sebagai akses mobilisasi alat berat dan distribusi material proyek.

“Hampir di semua tempat yang menggunakan akses publik memang menemui kendala yang sama. Jalan desa maupun jalan kabupaten umumnya bukan dirancang untuk dilalui alat berat sehingga penyedia jasa harus melakukan upaya tambahan agar akses tetap bisa digunakan,” ujarnya.

Progres Fisik Tembus 82,46 Persen

Dody menjelaskan, tantangan pembangunan Sekolah Rakyat di Pulau Jawa saat ini lebih banyak berada pada tahap pekerjaan arsitektural dan finishing bangunan yang membutuhkan ketelitian tinggi serta tenaga kerja terampil.

Baca Juga: Fokus ke Anak, Ruben Onsu Jawab Begini Soal Ajakan Kubu Sarwendah untuk Ketemuan

Meski demikian, pemerintah optimistis gedung utama untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dapat digunakan saat tahun ajaran baru dimulai.

“Kita optimistis minimal gedung SD, SMP dan SMA bisa selesai sehingga adik-adik dapat mulai bersekolah pada tahun ajaran baru. Kalaupun belum 100 persen, yang penting sudah fungsional,” tegasnya.

Sementara itu, Project Manager Sekolah Rakyat 2 Kabupaten Sukoharjo, Mochammad Safirul Kamil, mengungkapkan progres pembangunan fisik hingga 14 Juni 2026 telah mencapai 82,46 persen.

Untuk mengejar target penyelesaian, sebanyak 800 pekerja dikerahkan, terdiri dari 300 tenaga kerja lokal dan 500 pekerja dari luar daerah.

Ratusan pekerja tersebut dibagi ke dalam tiga sif kerja yang berlangsung hampir tanpa henti setiap hari. Aktivitas pembangunan bahkan terus berjalan hingga tengah malam demi mengejar target penyelesaian pada 20 Juni mendatang.

Baca Juga: Ruben Onsu Vs Girogio Antonio, Ayah Betrand Peto Tegas Sindir Kekasih Sarwendah soal Rumah yang 'Diaku-aku' Milik Sang CEO

Saat melakukan inspeksi malam hari, Menteri Dody sempat menyapa para pekerja yang masih menyelesaikan pemasangan atap bangunan. Para pekerja pun menyatakan komitmennya untuk menuntaskan proyek sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Kami selesaikan pekerjaan sesuai target,” ujar para pekerja yang langsung mendapat apresiasi dari Menteri Dody.

Dengan progres pembangunan yang terus meningkat dan kuota peserta didik yang hampir terpenuhi, Sekolah Rakyat Kabupaten Sukoharjo ditargetkan siap beroperasi dan menerima siswa baru pada Juli 2026 mendatang. (kwl/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#Sekolah Rakyat Sukoharjo #pembangunan sekolah rakyat #dinas sosial kabupten sukoharjo #penerimaan siswa baru di sekolah rakyat #kuota sekolah rakyat penuh