SURABAYA, SOLOBALAPAN.COM – Meski sudah lama tidak membela Persebaya Surabaya, kecintaan Andik Vermansah terhadap Green Force tidak pernah pudar.
Pemain berusia 34 tahun itu mengaku telah mencintai Persebaya sejak kecil. Saat masih tinggal di kawasan Rangkah, Surabaya, Andik rela berjalan kaki atau menumpang kendaraan orang lain demi menyaksikan latihan Persebaya di Karanggayam.
“Ketika itu, saya dan keluarga masih mengontrak rumah di daerah Rangkah. Setiap hari, saya selalu bela-belain menonton Persebaya berlatih di Karanggayam,” ujarnya.
Kecintaan tersebut semakin kuat ketika keluarganya pindah ke kawasan Bogen, yang berada di sebelah utara Stadion Gelora 10 November dan Wisma Persebaya. Selain menyaksikan latihan, Andik juga mencari penghasilan di sekitar stadion.
Baca Juga: Dion Wiyoko Hadapi Vampir Tiongkok di Film Jump Scare
“Sejak di Bogen, saya mulai berjualan di dekat stadion. Kadang juga membantu menjaga parkir,” kenangnya.
Aktivitas itu membuatnya semakin dekat dengan klub kebanggaan Kota Pahlawan tersebut. Karena itu, meski telah memperkuat sejumlah klub sepanjang karier profesionalnya, hatinya tetap tertambat pada Persebaya.
Andik mengungkapkan bahwa dirinya masih kerap datang langsung ke stadion untuk memberikan dukungan. Ia bahkan mengajak keluarga untuk ikut merasakan atmosfer pertandingan.
“Saya ajak anak dan istri saya untuk menonton Persebaya,” katanya.
Menariknya, Andik mengaku lebih memilih menonton dari tribun biasa dibanding tribun VVIP agar bisa merasakan suasana dukungan yang lebih dekat dengan para suporter.
Baca Juga: Erick Thohir Imbau Kepala Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Gratis
Tetap Disiplin Jaga Kondisi Fisik
Di usia yang tidak lagi muda untuk ukuran pesepak bola profesional, Andik tetap percaya diri mampu bersaing dengan pemain yang lebih muda. Kuncinya adalah menjaga kondisi tubuh secara disiplin.
Ia menyebut berat badan idealnya berada di angka 63 kilogram. Untuk mempertahankannya, Andik tidak hanya mengikuti program latihan dari tim pelatih, tetapi juga menambah porsi latihan secara mandiri.
“Setiap pertandingan, saya selalu berusaha agar berat badan saya berada di angka 63 kilogram. Itu berat ideal menurut saya,” jelasnya.
Dua hari menjelang pertandingan, mantan pemain Bhayangkara FC itu rutin berlatih sendiri di pusat kebugaran guna memastikan kondisi fisiknya tetap prima.
Baca Juga: Mahasiswa Turun ke Jalan, Hindari Jalan Ini Jika Tak Mau Terjebak Demo BEM UI Hari Ini
“Dua hari sebelum pertandingan, saya selalu berlatih di gym sendirian. Saya berupaya agar kondisi fisik saya ideal sebelum pertandingan,” tuturnya.
Dedikasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Andik masih mampu menjaga performa dan terus bersaing di level profesional, sembari tetap menunjukkan kecintaannya yang tak pernah luntur kepada Persebaya Surabaya. (gus/ali)