Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tembok Langganan Vandalisme di Solo Disulap Jadi Galeri Mural, Warga Beri Apresiasi

Silvester Kurniawan • Kamis, 11 Juni 2026 | 18:00 WIB
Lomba mural dalam rangka Hari Jadi Pemerintah Kota Surakarta ke-80 berhasil mempercantik tembok Gereja Katolik Santo Antonius Padua Purbayan. (M. Ihsan/solobalapan.com)
Lomba mural dalam rangka Hari Jadi Pemerintah Kota Surakarta ke-80 berhasil mempercantik tembok Gereja Katolik Santo Antonius Padua Purbayan. (M. Ihsan/solobalapan.com)

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Tembok sisi utara Gereja Katolik Santo Antonius Padua di kawasan Purbayan kini tampil jauh berbeda. Dinding yang sebelumnya kerap menjadi sasaran aksi vandalisme dan coretan liar itu disulap menjadi kanvas raksasa penuh warna melalui Lomba Mural dalam rangka Hari Jadi Pemerintah Kota Surakarta ke-80.

Perlahan namun pasti, hasil karya para seniman mulai memperlihatkan wajah baru kawasan tersebut. Beragam mural bertema keberagaman dan harmoni menghiasi sepanjang tembok gereja, menghadirkan suasana yang lebih estetis sekaligus menyampaikan pesan sosial kepada masyarakat.

Transformasi itu pun mendapat respons positif dari warga yang menilai kegiatan tersebut tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga menjadi cara efektif untuk mencegah aksi vandalisme berulang.

Baca Juga: Profil Djenoah Saebu, Wonderkid 15 Tahun Berdarah Sulawesi yang Ikat Kontrak dengan Feyenoord Rotterdam

Warga Apresiasi Upaya Cegah Vandalisme

Salah satu apresiasi datang dari Valentina Febri, jemaat Gereja Katolik Santo Antonius Padua yang rutin beribadah di paroki tersebut.

Menurutnya, lomba mural merupakan langkah kreatif dan bijaksana untuk mengubah wajah tembok yang selama ini dipenuhi coretan tak beraturan menjadi ruang ekspresi seni yang bernilai.

“Bagus sekali idenya. Kalau sudah ada mural bagus seperti ini dan masih ada vandalisme berarti yang memang kebangetan,” ujarnya, Kamis (11/6).

Valentina menilai keberadaan mural membuat kawasan gereja terlihat lebih tertata dan menarik. Selain itu, karya-karya yang dibuat para peserta memiliki konsep yang saling terhubung sehingga menciptakan kesan visual yang harmonis.

Perkuat Pesan Toleransi dan Keberagaman

Apresiasi serupa disampaikan Zahra, warga Solo yang melihat langsung mural bertema keberagaman tersebut.

Baca Juga: Profil Djenoah Saebu, Wonderkid 15 Tahun Berdarah Sulawesi yang Ikat Kontrak dengan Feyenoord Rotterdam

Sebagai seorang muslim, ia merasa bangga melihat pesan-pesan toleransi yang diangkat dalam karya mural di lingkungan gereja. Menurutnya, semangat yang ditampilkan para seniman mencerminkan karakter Kota Solo yang dikenal sebagai kota yang terbuka dan ramah terhadap keberagaman.

“Semangatnya patut diapresiasi. Apalagi ini juga bagian dari peringatan hari jadi Kota Solo, jadi seperti mengingatkan kita bahwa antar sesama harus memiliki hubungan yang baik,” tuturnya.

Pesan kebersamaan yang dihadirkan melalui seni mural dinilai menjadi cara yang efektif untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya hidup berdampingan dalam keberagaman.

Usung Tema Kemajemukan dan Harmony of Solo

Lomba mural tersebut digelar oleh Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Surakarta ke-80.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Ring Road Utara Sragen, Pengendara Motor Tewas Usai Ditabrak Truk Fuso

Kegiatan resmi dibuka pada Rabu (10/6) dan berlangsung hingga Kamis (11/6). Para peserta diberikan kesempatan untuk menuangkan kreativitas mereka dalam karya yang mengangkat tema kemajemukan, toleransi, dan harmoni kehidupan masyarakat Kota Solo.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengapresiasi dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Menyambut peringatan Hari Jadi Pemerintah Kota Surakarta ke-80, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggagas kegiatan yang sangat positif ini dengan tema kemajemukan di Kota Solo. Terima kasih kepada Romo dan Gereja Purbayan yang telah mengizinkan tembok sepanjang gereja ini menjadi tempat bagi para seniman untuk menggambarkan Harmony of Solo,” kata Astrid.

Pemenang Diumumkan Saat Hari Jadi Kota Solo

Panitia menjadwalkan pengumuman pemenang lomba mural pada puncak peringatan Hari Jadi Pemerintah Kota Surakarta yang akan digelar pada Selasa, 16 Juni 2026 mendatang.

Baca Juga: Masuk Area Permukiman, Damkar Boyolali Evakuasi Dua Sarang Tawon Vespa di Musuk

Selain menjadi ajang kreativitas bagi para seniman, kegiatan ini diharapkan mampu menghadirkan ruang publik yang lebih indah, edukatif, dan bebas dari aksi vandalisme.

Kini, tembok yang dahulu identik dengan coretan liar telah berubah menjadi simbol harmoni dan keberagaman yang mempercantik wajah Kota Solo sekaligus memperkuat identitasnya sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi. (ves/an)

 
 
Editor : Andi Aris Widiyanto
#lomba mural #mural di gereja purbayan #jemaat Gereja Katolik #vandalisme