Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

48 SD di Boyolali Bakal Diregroup Jadi 24 Sekolah, Disdikbud Tunggu Rekomendasi Bupati

Abdul Khofid Firmanda Putra • Kamis, 11 Juni 2026 | 13:19 WIB
Kepala Disdikbud Kabupaten Boyolali, Dwi Hari Kuncoro. (Abdul Khofid/solobalapan.com)
Kepala Disdikbud Kabupaten Boyolali, Dwi Hari Kuncoro. (Abdul Khofid/solobalapan.com)

BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) berencana melakukan regrouping atau penggabungan sejumlah sekolah dasar negeri. Pada tahap awal, sebanyak 48 SD direncanakan akan digabung menjadi 24 sekolah sebagai upaya meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pendidikan.

Kepala Disdikbud Kabupaten Boyolali, Dwi Hari Kuncoro, menjelaskan bahwa proses regrouping saat ini telah memasuki tahap sosialisasi kepada sekolah-sekolah yang terdampak. Selanjutnya, pemerintah daerah masih menunggu rekomendasi dari Bupati Boyolali sebelum menerbitkan keputusan resmi.

“Kami sudah sosialisasi ke sekolah-sekolah. Penyelenggaraan sosialisasi ada yang di tingkat kecamatan dan kolektif. Ada beberapa sekolah dasar yang akan kita gabungkan, sehingga sosialisasinya dilakukan bersama di tingkat kecamatan. Untuk proses ini sekarang sampai tahap rekomendasi Bupati,” ujar Dwi Hari Kuncoro.

Baca Juga: Terungkap! Tersangka Pembunuhan Bilqis di Sragen Diduga Sudah Tiga Kali Habisi Korban

Tiga Indikator Jadi Dasar Regrouping

Menurut Dwi Hari, penentuan sekolah yang masuk dalam program regrouping dilakukan berdasarkan tiga indikator utama. Ketiganya meliputi jumlah peserta didik, kondisi sarana dan prasarana sekolah, serta letak geografis.

Ketiga aspek tersebut dinilai penting untuk memastikan proses penggabungan sekolah berjalan efektif tanpa mengurangi akses pendidikan bagi masyarakat.

Setelah rekomendasi dari Bupati diterbitkan, Disdikbud akan segera menyusun Surat Keputusan (SK) sebagai dasar pelaksanaan regrouping.

“Setelah rekomendasi Bupati turun, kami akan langsung menyusun SK. Perkiraannya pelaksanaan bisa dimulai pada akhir Juni 2026,” jelasnya.

Sekolah Calon Regrouping Tidak Banyak Membuka Pendaftaran

Baca Juga: Terungkap! Pembunuh Bilqis di Sragen Ternyata Residivis, Motor Korban Dijual Rp1 Juta

Terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Dwi Hari menegaskan bahwa tidak ada instruksi resmi yang melarang sekolah calon regrouping menerima peserta didik baru.

Namun dalam praktiknya, sebagian besar sekolah yang masuk daftar penggabungan memang tidak membuka pendaftaran untuk tahun ajaran baru.

“Sebenarnya tidak ada perintah untuk tidak menerima murid baru. Namun hampir semua sekolah yang direncanakan diregroup memang tidak membuka pendaftaran tahun ini,” katanya.

Kondisi tersebut dinilai mempermudah proses transisi ketika penggabungan sekolah resmi diberlakukan.

Baru Tahap Pertama, Kemungkinan Berlanjut ke Tahap Berikutnya

Dari total 48 sekolah yang masuk dalam rencana regrouping tahap pertama, nantinya akan terbentuk 24 sekolah definitif. Meski demikian, program ini belum menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Boyolali.

Baca Juga: Isi Video Viral Rok Hijau Tosca Kakak-Adik Bikin Melotot, Awas Jantung Ikutan Copot!

Menurut Disdikbud, distribusi sekolah yang diregroup disesuaikan dengan hasil kajian berdasarkan jumlah murid, fasilitas pendidikan, dan kondisi wilayah masing-masing.

“Tidak semua kecamatan ada. Ini baru tahap pertama. Setelah ini mungkin ada tahap berikutnya dan bisa lebih merata sesuai dengan tiga pertimbangan utama tadi, yaitu jumlah murid, sarana prasarana, dan letak geografis,” ungkap Dwi Hari.

Ia juga belum dapat memastikan kecamatan mana yang memiliki jumlah sekolah regrouping terbanyak karena proses pendataan masih terus berjalan.

Efisiensi dan Peningkatan Kualitas Pendidikan

Program regrouping sekolah dasar menjadi salah satu langkah yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Boyolali untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan pendidikan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan tenaga pendidik dan fasilitas sekolah.

Baca Juga: Ronald Koeman Siap Ajak Sang Istri ke Piala Dunia 2026 Jika Belanda Lolos ke Final

Dengan penggabungan sekolah yang memiliki jumlah siswa sedikit atau berada dalam lokasi yang berdekatan, diharapkan proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan kualitas layanan pendidikan semakin meningkat.

Disdikbud Boyolali menargetkan seluruh proses administrasi selesai setelah rekomendasi Bupati diterbitkan sehingga pelaksanaan regrouping dapat dimulai sesuai jadwal pada akhir Juni 2026. (fid/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#SPMB #regrouping SD Negeri di Boyolali #regrouping #Disdikbud Boyolali #distribusi sekolah