Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Habitat Pulih Pascakebakaran, Populasi Surili Jawa di Gunung Merbabu Tercatat 37

Abdul Khofid Firmanda Putra • Rabu, 10 Juni 2026 | 12:01 WIB
Balai Taman Nasional Gunung Merbabu mencatat 37 individu Surili Jawa pada 2025. (IST)
Balai Taman Nasional Gunung Merbabu mencatat 37 individu Surili Jawa pada 2025. (IST)

BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Kabar menggembirakan datang dari kawasan konservasi Gunung Merbabu.

Di tengah ancaman kerusakan habitat akibat kebakaran hutan yang sempat melanda beberapa tahun lalu, populasi Surili Jawa (Presbytis fredericae) justru menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang menjanjikan.

Primata endemik Pulau Jawa yang keberadaannya kian langka itu kini masih dapat dijumpai di lereng Merbabu.

Baca Juga: Buka Peluang Magang ke Jepang, Universitas Duta Bangsa Surakarta Gelar 'Japan Pathway' dan Jalin Kerja Sama MoA dengan JACCES

Hasil monitoring yang dilakukan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) sepanjang 2025 mencatat sedikitnya 37 individu Surili Jawa yang tersebar di sejumlah titik habitat penting.

Temuan tersebut menjadi sinyal positif bahwa ekosistem hutan pegunungan Merbabu perlahan bangkit setelah mengalami tekanan akibat kebakaran hutan pada tahun-tahun sebelumnya.

Kepala BTNGMb, Anggit Haryoso, mengatakan keberadaan Surili Jawa merupakan indikator penting kesehatan ekosistem kawasan konservasi.

“Satwa liar hanya dapat bertahan apabila habitatnya tetap terjaga. Temuan ini menjadi sinyal positif bahwa upaya perlindungan kawasan dan pemulihan ekosistem di Gunung Merbabu berjalan dengan baik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6).

Surili Jawa sendiri merupakan salah satu primata endemik yang hanya hidup di Pulau Jawa. Spesies ini sangat bergantung pada keberadaan hutan pegunungan yang masih alami sebagai tempat mencari makan, berkembang biak, dan berlindung dari ancaman predator.

Baca Juga: Bela Ruben Onsu, Betrand Peto Tegas Akui Tak Terima usai Lihat Video Viral Sarwendah

Salah satu kantong habitat penting Surili Jawa berada di wilayah Resor Selo. Pada area pengamatan seluas sekitar 96 hektare, petugas berhasil mendokumentasikan keberadaan 16 individu Surili Jawa. Bahkan, satu kelompok terbesar yang terpantau berjumlah 13 individu.

Yang lebih menggembirakan, tim monitoring juga menemukan individu dewasa, remaja, hingga anakan dalam kelompok tersebut. Kehadiran anakan menjadi bukti bahwa proses reproduksi masih berlangsung secara alami di habitat liar.

Temuan ini menandakan populasi Surili Jawa di Gunung Merbabu tidak hanya bertahan, tetapi juga masih memiliki peluang berkembang secara berkelanjutan.

Pemulihan vegetasi pakan menjadi salah satu faktor utama yang mendukung keberlangsungan satwa langka tersebut.

Baca Juga: Chatib Basri Beneran Bakal Gantikan Purbaya Jadi Menkeu? Menghadap Prabowo Kemarin Sore Bareng Budi Gunadi, Sang Ekonom Langsung Bikin Gaduh!

BTNGMb mencatat tumbuhan kemlandingan gunung yang sempat rusak akibat kebakaran hutan tahun 2019 kini mulai kembali mendominasi sejumlah area habitat.

Vegetasi tersebut merupakan sumber makanan penting bagi Surili Jawa. Selain itu, kawasan yang mulai menghijau kembali juga dimanfaatkan oleh satwa lain seperti Lutung Budeng untuk berlindung dan beraktivitas.

“Vegetasi ini tidak hanya menjadi sumber pakan utama Surili Jawa, tetapi juga dimanfaatkan Lutung Budeng sebagai tempat berlindung dan beraktivitas. Pemulihan vegetasi pascakebakaran menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pegunungan,” jelas Anggit.

Menurutnya, keberhasilan menjaga populasi Surili Jawa menjadi pengingat bahwa perlindungan habitat harus terus menjadi prioritas utama dalam upaya konservasi.

Baca Juga: Pertamax dan Pertamax Green Naik Nyaris Rp4000 per Liter, Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026

“Menjaga hutan bukan hanya tentang melindungi kawasan, tetapi juga memastikan satwa liar tetap memiliki rumah yang aman untuk hidup dan berkembang. Keberadaan Surili Jawa di Gunung Merbabu menjadi simbol bahwa alam yang dijaga dengan baik akan tetap mampu menopang kehidupan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,” pungkasnya. (fid/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#Surili Jawa #Taman Nasioanal Gunung Merbabu #Lutung Budeng #Kemlandingan gunung #BTNGMb