SOLOBALAPAN.COM – Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta secara resmi menggelar program "Japan Pathway" pada Selasa (9/6).
Acara strategis ini ditujukan khusus bagi mahasiswa program studi S1 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, guna membuka potensi dan peluang emas magang kerja ke negara Jepang.
Kegiatan ini diikuti dengan antusiasme tinggi oleh total 102 mahasiswa yang siap bersaing di dunia kesehatan internasional.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Duta Bangsa Surakarta, Bapak Assoc. Prof. Dr. H. Singgih Purnomo, M.M., CMA.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya penguasaan kompetensi global bagi lulusan keperawatan.
Implementasi program ini digerakkan secara penuh oleh Pusat Karir dan Tracer Study (PKTS) UDB Surakarta yang berkolaborasi erat dengan pihak JACCES (Japan Asia Cultural and Comprehensive Education Support).
Sebagai bentuk komitmen nyata dan kepastian hukum, dalam momentum ini juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Universitas Duta Bangsa Surakarta dengan JACCES.
Prosesi penting ini disaksikan langsung oleh Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Ibu Assoc. Prof. Dr. Rina Arum Prastyanti, M.H., yang menaungi PKTS UDB Surakarta secara struktural.
Baca Juga: Duel Mantan Timnas Warnai Grup U, Celebest FC Tantang Persebi Boyolali
Hubungan kelembagaan ini diharapkan mampu mempercepat serapan alumni di luar negeri.
"Kerja sama operasional melalui MoA ini merupakan langkah progresif universitas dalam menyediakan jalur karier internasional yang kredibel bagi mahasiswa. Kami ingin memastikan mahasiswa S1 Keperawatan memiliki keunggulan kompetitif di Jepang," ujar Ibu Assoc. Prof. Dr. Rina Arum Prastyanti, M.H.
Delegasi tingkat tinggi dari JACCES turut hadir langsung guna memberikan pemaparan materi serta teknis magang, di antaranya Kazumasa Nakamura selaku Board Chairman, bersama jajaran direksi yaitu Hiroyuki Iramina, Yuko Kinjo, dan Hari Sutopo.
Melalui program penempatan kerja dan magang yang terstruktur, mahasiswa UDB Surakarta ditargetkan mampu mengadopsi standar pelayanan medis prima serta teknologi kesehatan mutakhir yang diterapkan di negeri sakura tersebut. (**)
Editor : Laila Zakiya