SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Fenomena viral rusa di kawasan Taman Sriwedari yang terekam memakan sampah memicu perhatian serius dari Komisi IV DPRD Kota Surakarta.
Dewan menilai kejadian tersebut tidak sekadar mencerminkan perilaku satwa, tetapi menjadi alarm bagi pengelolaan kebersihan lingkungan dan pemenuhan kebutuhan pakan rusa yang perlu segera dievaluasi.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Sugeng Riyanto, menegaskan bahwa rusa-rusa yang hidup di kawasan Sriwedari saat ini memang dilepasliarkan sehingga secara naluriah akan mencari berbagai sumber makanan yang tersedia di sekitarnya.
Baca Juga: Sarwendah 'Pamit', Ruben Onsu Skakmat Permintaan Maaf Sang Mantan Istri di Medsos
“Rusa itu memang dilepasliarkan sehingga dia akan mencari segala sesuatu yang bisa dimakan. Kebetulan menemukan sampah lalu dimakan. Ini menjadi catatan bahwa kebersihan kawasan Sriwedari masih perlu dievaluasi. Rusa bisa makan sampah karena memang ada sampah di situ. Kalau lingkungannya bersih, tentu tidak ada sampah yang bisa dimakan,” ujarnya.
Menurut Sugeng, persoalan utama yang harus dibenahi bukanlah keberadaan rusa, melainkan kondisi lingkungan yang memungkinkan sampah berserakan hingga dapat dijangkau satwa.
Pakan Harus Tercukupi agar Rusa Tidak Mencari Makanan Lain
Selain kebersihan kawasan, DPRD juga menyoroti pentingnya pemenuhan kebutuhan pakan harian rusa. Sugeng menilai ketersediaan pakan yang cukup menjadi faktor penting agar satwa tidak mencari sumber makanan lain yang berpotensi membahayakan kesehatan mereka.
“Pemkot harus memberikan asupan makanan yang cukup sehingga rusa merasa kenyang. Kalau kebutuhan pakannya terpenuhi, peluang rusa mencari makanan di luar pakan utamanya tentu bisa diminimalkan,” katanya.
Baca Juga: Redam Polemik Proyek Berjo, DPRD Karanganyar Minta Aktivitas di Aliran Sungai Dihentikan
Ia menambahkan, perhatian terhadap kesejahteraan satwa harus menjadi prioritas, termasuk memastikan kualitas pakan, akses air bersih, dan pemantauan kesehatan secara berkala.
Jadi Daya Tarik Wisata dan Sarana Edukasi
Sugeng menilai keberadaan rusa di Sriwedari selama ini memberikan manfaat ganda, baik sebagai sarana edukasi maupun daya tarik wisata bagi masyarakat.
Banyak pengunjung datang khusus untuk melihat dan berinteraksi dengan rusa. Bahkan warga sekitar kerap membawa pakan alami seperti ketela untuk diberikan kepada satwa tersebut.
“Kalau dilihat, masyarakat senang berinteraksi dengan rusa-rusa itu. Dari sisi konservasi berjalan, sisi edukasi juga berjalan. Tinggal pemerintah memastikan kebersihan dan sanitasi kawasan Sriwedari benar-benar optimal sehingga tidak ada lagi sampah yang berserakan,” jelasnya.
Baca Juga: Polres Sragen Kantongi Jejak Kaki Berdarah, Pelaku Pembunuhan Bocah di Jenar Mulai Mengerucut
Menurutnya, selama kondisi kesehatan rusa terjaga dan satwa mendapatkan perlakuan yang layak, keberadaannya tetap menjadi aset penting bagi Kota Surakarta.
Pemindahan Rusa Dinilai Bukan Solusi Utama
Menanggapi wacana pemindahan rusa ke lokasi lain seperti Taman Balekambang atau kebun binatang, Sugeng menilai langkah tersebut belum menjadi solusi yang tepat.
Ia mengingatkan bahwa rusa-rusa tersebut telah lama beradaptasi dengan lingkungan Sriwedari sehingga yang perlu dibenahi terlebih dahulu adalah tata kelola kawasan.
“Kalau dipindah tentu ada banyak pertimbangan. Dulu rusa-rusa itu juga pernah berasal dari Balekambang dan sekarang sudah beradaptasi dengan lingkungan Sriwedari. Tinggal dievaluasi sisi pengelolaan sampahnya. Kalau pun nanti sebagian fungsi konservasi ingin dikembangkan di tempat lain, itu tidak masalah, tetapi hak-hak satwa harus tetap diperhatikan,” katanya.
Sugeng menegaskan bahwa satwa membutuhkan ruang hidup yang layak, ketersediaan makanan yang cukup, kondisi kesehatan yang terjaga, serta kesempatan berkembang biak secara alami.
“Yang paling pokok adalah evaluasi pengelolaan sampah. Kebersihan kawasan harus ditingkatkan dan kebutuhan pakan rusa harus dipastikan tercukupi. Kalau dua hal itu bisa dilakukan, saya kira persoalan rusa makan sampah tidak akan terulang lagi,” tegasnya.
Peristiwa viral rusa memakan sampah ini pun menjadi pengingat bahwa pengelolaan kawasan konservasi perkotaan tidak hanya soal menjaga keberadaan satwa, tetapi juga memastikan lingkungan sekitar tetap bersih, sehat, dan mendukung kesejahteraan hewan yang menjadi ikon kawasan tersebut. (atn/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto