Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Jelang Perwali Baru, Pemkot Solo Gencarkan Kampanye Pilah Sampah hingga Tingkat Kelurahan

Silvester Kurniawan • Minggu, 7 Juni 2026 | 16:11 WIB
Wali Kota Surakarta mengedukasi masyarakat mengenai pemilahan sampah saat kampanye pengelolaan sampah di kawasan Car Free Day Solo, Minggu (7/6/2026). (M. Ihsan/solobalapan.com)
Wali Kota Surakarta mengedukasi masyarakat mengenai pemilahan sampah saat kampanye pengelolaan sampah di kawasan Car Free Day Solo, Minggu (7/6/2026). (M. Ihsan/solobalapan.com)

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Pemerintah Kota Surakarta terus mengintensifkan sosialisasi dan kampanye pilah sampah menjelang diterbitkannya peraturan wali kota (Perwali) terbaru tentang pengelolaan sampah. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo sekaligus membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah tangga.

Kampanye pilah sampah kembali digelar saat kegiatan Car Free Day (CFD) di Kota Solo, Minggu (7/6/2026). Sejumlah unsur pemerintah, Forkopimda, komunitas lingkungan, hingga relawan terlibat dalam kegiatan edukasi yang menyasar masyarakat yang beraktivitas di kawasan CFD.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengatakan perubahan pola pengelolaan sampah harus dimulai dari tingkat paling dasar, yakni rumah tangga. Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai pemilahan sampah menjadi kunci keberhasilan program pengurangan sampah di Kota Solo.

Baca Juga: Buntut Kasus Guru Cabul, Disdikbud Wonogiri Buka Kanal Aduan Khusus Siswa

“Masyarakat harus kita edukasi luas dari awal, untuk berupaya menangani sampah dari hulu. Paling sederhana ya seperti ini, membedakan sampah yang bisa busuk dan sampah yang tidak bisa busuk,” kata Respati sambil menunjukkan kantong sampah dengan warna berbeda sebagai contoh pemilahan.

Perwali Baru Siapkan Keterlibatan Masyarakat

Respati menjelaskan, kampanye yang saat ini digencarkan merupakan bagian dari persiapan implementasi Perwali pengelolaan sampah yang akan diluncurkan dalam waktu dekat.

Dalam regulasi tersebut, pemerintah tidak hanya mengatur tata kelola sampah dari hulu hingga hilir, tetapi juga membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan dan ekonomi sirkular.

“Setelah terbit Perwali kami akan menurunkan kelompok masyarakat untuk ikut terlibat. Dari sana ekonomi sirkular dapat tumbuh sekaligus membuka ruang padat karya dari warga,” ujarnya.

Konsep ekonomi sirkular yang dimaksud adalah pengelolaan sampah yang tidak berhenti pada proses pembuangan, melainkan mengubah sampah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi melalui daur ulang maupun pemanfaatan kembali.

Baca Juga: Waisak Raya 2570 TB di Solo Perkuat Toleransi dan Cinta Kasih Antarumat Beragama

Target Kurangi Sampah ke TPA Putri Cempo

Peningkatan edukasi dan pengelolaan sampah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Surakarta mengurangi ketergantungan terhadap TPA Putri Cempo yang selama bertahun-tahun menjadi lokasi pembuangan akhir sampah Kota Solo.

Berdasarkan data yang dipaparkan pemerintah kota, sejumlah wilayah telah menunjukkan tren penurunan volume sampah yang dikirim ke TPA dalam beberapa bulan terakhir.

Kelurahan Mojosongo mencatat penurunan sebesar 42 persen pada periode Maret hingga Mei 2026. Sementara itu, Kelurahan Kadipiro turun 35 persen, Nusukan 26 persen, dan Banyuanyar berkurang 24 persen.

“Ini jadi pengingat bersama, nanti setelah Perwali turun semua kelurahan di Surakarta bisa mengurangi sampah yang dikirim ke TPA Putri Cempo,” tegas Respati.

Baca Juga: Riyandi hingga Irfan Jauhari Dirumorkan Hengkang, Persis Solo Janjikan Visi Cepat Promosijalu

Tantangan Implementasi di Lapangan

Meski tren penurunan volume sampah mulai terlihat, tantangan terbesar tetap berada pada perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan. Pengelolaan sampah dari hulu membutuhkan konsistensi warga dalam memilah sampah setiap hari, bukan hanya saat kampanye berlangsung.

Sebelumnya, pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat (5/6/2026), Pemkot Surakarta juga menggelar diskusi pengelolaan sampah di tingkat wilayah di Ndalem Djojokusuman, Gajahan. Forum tersebut melibatkan pegiat lingkungan, pengurus wilayah, hingga organisasi masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta, Herwin Tri Nugroho, mengatakan pemerintah kota juga menggandeng perguruan tinggi dan kalangan akademisi guna memastikan kebijakan pengelolaan sampah berjalan efektif.

“Ini upaya pemerintah kota dalam menekan produksi sampah yang dikirim ke TPA Putri Cempo, caranya lewat pengelolaan yang baik dari hulu di setiap rumah warga, RT-RW, hingga kelurahan. Pemerintah juga menggandeng kampus dan akademisi untuk memaksimalkan ini,” ujarnya.

Baca Juga: Kini Pilih Tinggal Bersama Ruben Onsu, Onyo Bongkar Suasana Tak Nyaman Saat Masih Serumah dengan Sarwendah

Meski demikian, efektivitas Perwali yang segera diterbitkan nantinya akan sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur pendukung, pengawasan di tingkat wilayah, serta konsistensi pemerintah dalam melakukan pendampingan kepada masyarakat. Tanpa dukungan tersebut, target pengurangan sampah berisiko hanya menjadi capaian jangka pendek yang sulit dipertahankan dalam jangka panjang. (ves/an)

 

Editor : Andi Aris Widiyanto
#kampanye pilah sampah #perwali pengelolaan sampah #CFD Kota Solo #Respati Ardi #putri cempo