SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Suasana duka menyelimuti Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jumat (5/6).
Seorang bocah perempuan berinisial B (Bilqis), siswi kelas V SD Negeri Dawung, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya.
Peristiwa tragis tersebut kini dalam penanganan intensif aparat kepolisian. Selain korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, satu unit sepeda motor Honda Vario warna biru milik keluarga juga dilaporkan hilang dari lokasi kejadian.
Baca Juga: Mengintip Proses Pembuatan Batik Abstrak Etnik yang Estetik di Kampung Batik Laweyan Solo
Korban pertama kali ditemukan oleh ibunya, Dewi, sekitar pukul 16.00 WIB saat pulang bekerja dari sebuah pabrik rokok. Setibanya di rumah, suasana terlihat sepi. Namun ketika memasuki ruang tengah, sang ibu mendapati putrinya sudah tidak bernyawa di atas kasur lantai.
Tangisan histeris ibu korban langsung memecah keheningan kampung dan mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam Pramuka yang dipakai sepulang sekolah. Di tubuh korban ditemukan sejumlah luka yang diduga akibat benda tajam.
Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian setelah menerima laporan dari warga.
Petugas dari Polsek Jenar dan Polres Sragen kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi guna mengamankan area.
“Situasi sempat ramai karena banyak warga yang datang ke lokasi. Untuk kepentingan penyelidikan, area rumah langsung disterilkan,” ujar Aris.
Berdasarkan pengamatan awal di lokasi, ditemukan sejumlah jejak kaki yang diduga bukan milik penghuni rumah. Temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk yang kini didalami penyidik.
“Melihat banyaknya jejak kaki di lantai, kemungkinan pelakunya lebih dari satu orang. Namun semua itu masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian,” kata Aris.
Menurutnya, korban memang kerap berada di rumah seorang diri setelah pulang sekolah karena kedua orang tuanya bekerja. Ibunya bekerja di pabrik rokok, sementara ayahnya bekerja sebagai buruh mesin perontok padi.
Kasus ini mendapat perhatian serius dari jajaran kepolisian. Kapolres Sragen, Dewiana Syamsu Indyasari, dilaporkan turun langsung memimpin olah TKP bersama Kasatreskrim, Catur Agus Yudo Praseno.
Selain mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi-saksi, polisi juga melakukan pelacakan terhadap sepeda motor Honda Vario milik keluarga korban yang dilaporkan hilang dari rumah.
Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih bekerja mengungkap kronologi lengkap peristiwa tersebut, termasuk memastikan motif dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi serta menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan kasus kepada aparat penegak hukum. (din/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto