Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Jelang Suronan, PUD Aneka Usaha Karanganyar Siagakan Pengawasan Berlapis di Jalur Cetho dan Cemoro Kandang

Rudi Hartono RS • Jumat, 5 Juni 2026 | 14:58 WIB
PUD Aneka Usaha Karanganyar memperketat pengawasan pendakian Gunung Lawu melalui jalur Cetho dan Cemoro Kandang menjelang tradisi Suronan. (RUDI HARTONO/SOLOBALAPAN.COM)
PUD Aneka Usaha Karanganyar memperketat pengawasan pendakian Gunung Lawu melalui jalur Cetho dan Cemoro Kandang menjelang tradisi Suronan. (RUDI HARTONO/SOLOBALAPAN.COM)

KARANGANYAR, SOLOBALAPAN.COM – Tradisi malam Satu Suro yang setiap tahun menarik ribuan peziarah dan pendaki ke Gunung Lawu mulai diantisipasi secara serius oleh pengelola. Perusahaan Umum Daerah (PUD) Aneka Usaha Karanganyar memperketat pengawasan di dua jalur pendakian utama, yakni melalui kawasan Candi Cetho di Kecamatan Jenawi dan jalur Cemoro Kandang di Kecamatan Tawangmangu.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan pengunjung sekaligus mengantisipasi lonjakan aktivitas pendakian selama Bulan Suro yang diperkirakan meningkat signifikan dibandingkan hari-hari biasa.

Direktur Utama PUD Aneka Usaha Karanganyar, Samidi, mengatakan momentum Suronan selalu menjadi salah satu periode tersibuk bagi kawasan pendakian Gunung Lawu.

Baca Juga: Adaptasi Gonjiam, Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Lakukan Syuting Langsung di Yeongwon Hospital

“Momentum Suro selalu menjadi periode dengan aktivitas pendakian tertinggi di Gunung Lawu. Karena itu kami memastikan seluruh sistem pelayanan dan pengawasan berjalan optimal selama 24 jam penuh,” ujarnya.

Libatkan Perhutani, BPBD, Relawan hingga Tim SAR

Untuk mendukung pengamanan, seluruh pos pendakian akan dioperasikan secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Pengawasan dilakukan secara terpadu bersama Perum Perhutani KPH Surakarta, BPBD Karanganyar, relawan Anak Gunung Lawu (AGL), LMDH Ceto, hingga tim SAR.

Menurut Samidi, kolaborasi tersebut bertujuan memperkuat sistem pengawasan sekaligus mempercepat respons apabila terjadi kondisi darurat di jalur pendakian.

“Kami tidak bekerja sendiri. Pengamanan dilakukan secara terpadu bersama seluruh stakeholder yang selama ini menjadi mitra pengelolaan jalur pendakian Lawu. Tujuannya agar pengawasan lebih efektif dan respons terhadap kondisi darurat bisa dilakukan lebih cepat,” katanya.

Pendataan dan SIMAKSI Jadi Fokus Utama

Baca Juga: Gara-gara Pengin iPhone 17 Pro Max Terbaru? Geger Link Video 1 Vs 3 Viral di Pamekasan, Awas Ketipu Link Full Durasi

Pengawasan akan dilakukan secara berlapis sejak pendaki melakukan registrasi di basecamp. Petugas akan memeriksa dokumen administrasi, kelengkapan perlengkapan pendakian, hingga memantau pergerakan pendaki melalui sejumlah pos pengawasan di sepanjang jalur.

Kepatuhan terhadap registrasi resmi melalui Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) juga menjadi perhatian utama pengelola.

Menurut Samidi, data pendaki yang akurat sangat penting untuk mendukung proses monitoring maupun penanganan keadaan darurat apabila sewaktu-waktu diperlukan.

“Pendataan pendaki menjadi hal yang sangat penting. Dengan data yang akurat, proses monitoring maupun evakuasi apabila terjadi keadaan darurat bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” jelasnya.

Waspadai Cuaca Dingin Ekstrem Musim Kemarau

Selain lonjakan jumlah pendaki, pengelola juga mengantisipasi kondisi cuaca selama musim kemarau yang identik dengan fenomena bediding atau suhu dingin ekstrem di kawasan Gunung Lawu.

Pemantauan terhadap waktu turun pendaki akan ditingkatkan guna mengurangi risiko pengunjung terjebak cuaca buruk atau suhu rendah yang dapat membahayakan keselamatan.

Baca Juga: Duet dengan Slamet Rahardjo di Film CLBK, Aktris Senior Widyawati Hidupkan Kisah Cinta Usia Senja

Samidi mengingatkan seluruh pendaki dan peziarah agar selalu mematuhi arahan petugas serta tidak memaksakan diri apabila kondisi fisik tidak memungkinkan.

“Kami mengajak seluruh pendaki dan peziarah untuk tertib mengikuti aturan yang berlaku. Jangan memaksakan diri apabila kondisi fisik tidak memungkinkan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak,” tegasnya.

Dengan pengamanan yang diperkuat dan koordinasi lintas instansi, pengelola berharap tradisi Suronan di Gunung Lawu tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar bagi seluruh pendaki maupun peziarah yang datang. (rud/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#pendakian malam satu suro #tradisi malam satu suro #gunung lawu #malam satu suro #karanganyar