Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Respati Dorong Batik Ciprat ODGJ Solo Tembus Pasar Nasional dan Jadi Destinasi Wisata

Silvester Kurniawan • Jumat, 5 Juni 2026 | 13:21 WIB
Wali Kota Surakarta Respati Ardi mencoba membuat batik ciprat di Kalurahan Danukusuman. (SILVESTER KURNIAWAN/SOLOBALAPAN.COM)
Wali Kota Surakarta Respati Ardi mencoba membuat batik ciprat di Kalurahan Danukusuman. (SILVESTER KURNIAWAN/SOLOBALAPAN.COM)

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Wali Kota Surakarta Respati Ardi meninjau langsung kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui produksi Batik Ciprat Mas Danu di RT 03 RW 08 Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Jumat (5/6/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Respati menyatakan dukungannya agar produk batik karya warga dengan gangguan mental dapat menjangkau pasar yang lebih luas melalui berbagai event dan platform promosi.

Respati tampak antusias menyaksikan proses pembuatan batik yang dilakukan para perajin dengan latar belakang gangguan mental, termasuk penyintas bipolar dan kondisi kejiwaan lainnya. Menurutnya, karya yang dihasilkan memiliki karakter unik dan tidak dapat ditiru karena lahir dari ekspresi personal masing-masing pembatik.

Baca Juga: 700 Gram Emas Disita di Kasus Dugaan Korupsi Silmy Karim, Kode Rahasia Malaikat hingga Vokalis Mencuat, Apa Artinya?

Bahkan, Respati mengaku merasakan manfaat langsung saat mencoba proses membatik ciprat. Aktivitas tersebut dinilainya mampu memberikan efek relaksasi dan membantu mengurangi tekanan pikiran.

“Mengasyikan, bisa melepas stres. Mungkin ini bisa jadi destinasi alternatif untuk kelas batik ciprat seperti ini,” ujarnya.

Miliki Nilai Ekonomi dan Manfaat Terapi

Selain memiliki potensi ekonomi sebagai produk UMKM, Batik Ciprat Mas Danu juga dinilai memiliki nilai sosial dan kesehatan yang tinggi. Kegiatan membatik menjadi sarana terapi sekaligus ruang pemberdayaan bagi warga yang telah menunjukkan perkembangan kondisi mental.

Respati mengapresiasi semangat para perajin yang mampu bangkit dan menghasilkan karya bernilai ekonomi.

“Jadi mereka ini warga yang mempunyai kondisi mental yang sudah membaik dan bisa diberdayakan. Semangatnya luar biasa, yang dulu memiliki kondisi tertentu untuk sekarang bisa menghasilkan suatu karya,” katanya.

Menurut Respati, model pemberdayaan seperti ini layak mendapat dukungan lebih luas karena mampu menggabungkan aspek kesehatan mental, kreativitas, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Akan Dipromosikan Lewat Suaraga Fest dan Marketplace

Melihat potensi yang dimiliki, Pemerintah Kota Surakarta berencana memperkenalkan Batik Ciprat Mas Danu ke panggung yang lebih luas. Salah satunya melalui ajang Suaraga Fest, sebuah festival bertema wellness tourism yang akan digelar di Taman Balekambang pada awal Juli mendatang.

Selain dipamerkan dalam festival tersebut, produk Batik Ciprat Mas Danu juga akan didorong masuk ke berbagai platform marketplace sebagai bagian dari promosi UMKM Kota Solo.

“Ini akan kita dorong agar bisa menasional, akan kita pamerkan di event Suaraga Fest agar semakin dikenal secara nasional,” tegas Respati.

Berawal dari Program Pemberdayaan ODGJ

Batik Ciprat Mas Danu merupakan program pemberdayaan yang digagas Kelurahan Danukusuman sejak pertengahan 2025. Nama Mas Danu merupakan singkatan dari Masyarakat Danukusuman.

Program ini dirancang untuk memberikan ruang produktif bagi warga dengan gangguan mental melalui kegiatan membatik yang sekaligus berfungsi sebagai terapi pemulihan dan sarana peningkatan kesejahteraan ekonomi.

Baca Juga: Perankan Versi Tua Aby di Film CLBK, Slamet Rahardjo Hidupkan Kembali Memori Bandung Era 1970-an

Sekretaris Kelurahan Danukusuman, Putut Kristiawan, mengatakan program tersebut terus berkembang dan telah menghasilkan berbagai karya yang mulai diminati masyarakat.

“Ini sudah mulai berlangsung sejak pertengahan 2025 lalu. Saat ini sudah menghasilkan banyak karya dan sudah dipesan oleh berbagai pihak. Dan sebagai identitas, batik ini juga jadi seragam di Kelurahan Danukusuman sebagai bentuk dukungan pada Batik Ciprat Mas Danu ini,” ujarnya.

Dengan dukungan pemerintah dan semakin luasnya promosi, Batik Ciprat Mas Danu diharapkan tidak hanya menjadi produk unggulan UMKM, tetapi juga ikon pemberdayaan masyarakat dan wisata kreatif baru di Kota Solo. (ves/an)

 
 
Editor : Andi Aris Widiyanto
#Batik Ciprat Mas Danu #kelurahan Danukusuman #batik ciprat #batik ciprat ODGJ #wali kota surakarta respati ardi