SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Pemerintah Kota Surakarta menargetkan Solo Run Fest 2026 menjadi salah satu flagship event Kota Solo yang mampu mendongkrak sektor ekonomi, pariwisata, hingga ekonomi kreatif masyarakat.
Event lari tahunan yang digagas oleh PT SHA Solo tersebut resmi memasuki tahun keempat penyelenggaraannya dan kembali digelar sebagai bagian dari penguatan konsep sport tourism melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Surakarta.
Komitmen tersebut disampaikan dalam konferensi pers Solo Run Fest 2026 yang berlangsung di Soga Eatery, Rabu (3/6/2026), dan dihadiri Wali Kota Surakarta Respati Ardi, penyelenggara, sponsor, komunitas lari, serta media partner.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menilai Solo Run Fest telah berkembang menjadi lebih dari sekadar ajang olahraga. Event ini dinilai memiliki efek berantai yang mampu menggerakkan berbagai sektor usaha di Kota Solo.
“Kami ingin menghadirkan flagship event yang menjadi benchmark ke depannya dan mampu memberikan dampak bagi ekonomi Kota Solo maupun masyarakat,” ujar Respati Ardi.
Menurutnya, keberhasilan sebuah event tidak hanya diukur dari jumlah peserta atau kemeriahannya, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat dapat terlibat dan merasakan manfaat ekonomi secara langsung.
Ia menambahkan, karakter masyarakat Solo yang terbuka, ramah, dan suportif menjadi modal penting dalam mendukung perkembangan berbagai event berskala nasional maupun internasional.
Respati juga mengapresiasi langkah penyelenggara yang melibatkan berbagai komunitas dan pemangku kepentingan dalam pelaksanaan Solo Run Fest 2026.
Usung Tema Runner Culture
Sementara itu, Project Director Solo Run Fest 2026, Rindrapuri, menjelaskan bahwa event tahun ini hadir dengan konsep yang lebih dekat dengan gaya hidup masyarakat modern.
Mengusung tema “Run The City. Feel The History”, peserta diajak menikmati pengalaman berlari sambil menjelajahi sejarah, budaya, dan suasana khas Kota Solo.
“Tahun ini kami mengangkat tema Runner Culture dengan nuansa pop culture yang lebih fresh dan fun. Jadi lari bukan hanya soal mencapai garis finish, tetapi juga bagaimana seseorang bisa mengekspresikan dirinya,” kata Rindrapuri.
Ia menilai tren lari saat ini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup dan budaya masyarakat urban. Karena itu, Solo Run Fest ingin menghadirkan pengalaman yang lebih personal, inklusif, dan dekat dengan komunitas.
Baca Juga: Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Dino Patti Djalal yang Disindir Seskab Teddy di Video Terbarunya
Target 7.000 Peserta
Solo Run Fest 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27 September 2026 dengan titik start di Stadion Manahan dan garis finish di Taman Balekambang.
Penyelenggara menargetkan sebanyak 7.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk pelari elite internasional.
Antusiasme peserta juga mulai terlihat. Hingga pelaksanaan konferensi pers, tercatat lebih dari 4.000 pelari telah melakukan pendaftaran.
Selain kategori Half Marathon, 10K, dan 5K, Solo Run Fest 2026 juga akan menghadirkan berbagai aktivitas pendukung seperti pameran perlengkapan olahraga dan area kuliner khas Solo yang melibatkan pelaku UMKM lokal.
Sejumlah sponsor nasional, termasuk beberapa merek otomotif ternama, turut mendukung penyelenggaraan event tersebut guna menghadirkan pengalaman yang lebih eksklusif dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Jennifer Coppen Gelar Bridal Lunch Jelang Nikah dengan Justin Hubner, Adhisty Zara Umumkan Kehamilan
Dengan konsep sport tourism yang terus diperkuat, Solo Run Fest 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang lari tahunan, tetapi juga ikon baru Kota Solo yang mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah. (Lutfiana Sekar/AN)
Editor : Andi Aris Widiyanto