BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Fakta baru mulai terungkap dalam kasus bentrokan yang terjadi di depan Indomaret Ngangkruk, Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Minggu (31/5) petang.
Insiden yang videonya sempat viral di media sosial itu diduga dipicu aksi saling balas teriakan antara rombongan konvoi sepeda motor dan sekelompok pemuda yang sedang nongkrong di depan toko modern tersebut.
Akibat bentrokan tersebut, satu orang pemuda mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis. Selain itu, gerai toko modern mengalami kerusakan, sementara sejumlah fasilitas dan kendaraan milik warga turut menjadi sasaran amukan massa.
Kanit Reskrim Polsek Banyudono, Rikiyanto, menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi, peristiwa bermula sekitar pukul 17.00 WIB.
Saat itu korban berinisial A (26) bersama delapan rekannya sedang berkumpul dan nongkrong di depan Indomaret Ngangkruk.
Sekitar pukul 17.40 WIB, melintas rombongan konvoi sepeda motor yang diperkirakan berjumlah sekitar 200 orang dari arah barat menuju timur.
“Awal mula bentrok, saat melintas kelompok konvoi tersebut berteriak. Teriakan itu kemudian dibalas oleh sekumpulan pemuda yang sedang nongkrong di Indomaret,” ujar Ipda Rikiyanto saat dikonfirmasi, Senin (1/6).
Menurutnya, rombongan konvoi yang merasa tersinggung kemudian berbalik arah dan mendatangi lokasi tempat para pemuda berkumpul.
Baca Juga: Profil Lengkap Abdullah Tsaqib, Pelantun 'Mau Tak Mau' yang Berhasil Luluhkan Hati Adhisty Zara
Pemuda Berlarian Masuk Toko
Situasi berubah menjadi mencekam ketika rombongan konvoi mendatangi area depan minimarket secara beramai-ramai. Menyadari situasi tidak kondusif, para pemuda yang berada di lokasi langsung berusaha menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam toko.
Namun upaya tersebut tidak sepenuhnya berhasil meredam amarah massa.
Aksi pengeroyokan dan perusakan tetap terjadi di sekitar lokasi, menyebabkan korban berinisial A mengalami luka serius di bagian kepala.
“Korban mengalami luka robek di pelipis kanan dan kiri akibat ditendang dan dipukul menggunakan helm oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya,” jelas Rikiyanto.
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: Nicholas Galitzine Jadi He-Man, Film 'Masters of the Universe' Tayang 5 Juni 2026!
Kaca Pecah dan Motor Rusak
Selain menyebabkan korban luka, bentrokan juga menimbulkan kerusakan material. Kaca bagian depan gerai toko pecah akibat lemparan benda keras.
Tak hanya itu, satu unit sepeda motor milik pengunjung yang sedang terparkir di halaman toko juga mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut sempat memicu kepanikan warga dan pelanggan yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Polisi Buru Pelaku dan Telusuri CCTV
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas kelompok konvoi yang terlibat dalam bentrokan tersebut.
Polisi juga tengah mengumpulkan berbagai alat bukti, termasuk rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian.
“Identitas kelompok konvoi tersebut masih kami selidiki. Sementara korban dan teman-temannya dipastikan merupakan masyarakat biasa, bukan anggota kelompok tertentu, dan saat kejadian mengenakan pakaian biasa,” tegas Rikiyanto.
Menurutnya, rekaman CCTV akan menjadi salah satu bukti penting untuk mengidentifikasi pelaku pengeroyokan maupun perusakan fasilitas umum.
Polisi Imbau Warga Tidak Terprovokasi
Menyikapi peristiwa tersebut, pihak kepolisian meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun informasi yang belum terverifikasi.
“Kami meminta warga untuk tidak mudah memprovokasi maupun terprovokasi oleh hal-hal sepele yang dapat mengganggu ketertiban umum. Mari jaga bersama keamanan dan kenyamanan di lingkungan kita,” imbau Rikiyanto.
Baca Juga: Daftar Harga BBM Non Pertamina Per 1 Juni 2026: BP, Shell, Vivo Pasang Harga Terbaru di Angka Ini
Saat ini kasus bentrokan yang menghebohkan warga Banyudono tersebut masih dalam penanganan Polsek Banyudono bersama Polres Boyolali guna mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. (fid/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto