KARANGANYAR, SOLOBALAPAN.COM – Menjelang Idul Adha 2026, peternak asal Kecamatan Kerjo, Karanganyar, mendapat kebanggaan tersendiri.
Seekor sapi milik warga setempat terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto tahun ini.
Baca Juga: Asa Laskar Sambernyawa Belum Padam, Eky Taufik Sebut Semangat Pemain Persis Solo Kembali Bergelora
Sapi bernama “Si Ragil” milik peternak Sugiarto tersebut dibeli dengan harga Rp110 juta. Hewan jenis peranakan simental itu memiliki bobot mencapai 1.100 kilogram dengan postur besar dan kondisi fisik prima.
Saat ini, Si Ragil menjalani karantina khusus sebelum dikirim untuk pelaksanaan kurban Presiden.
Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, mengatakan pembayaran sapi sudah dilakukan dan kini fokus utama adalah menjaga kondisi kesehatan ternak.
“Sudah dilakukan pembayaran Rp110 juta. Sekarang sapi sedang dikarantina, takut ada apa-apa. Dari Satpres juga tidak boleh berdekatan dengan hewan lain karena khawatir terkena wabah,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).
Pernah Juara Kontes Sapi
Menurut Feriana, Si Ragil bukan sapi biasa. Sebelum dipilih menjadi hewan kurban Presiden, sapi tersebut pernah menjuarai kontes sapi Piala Bupati Tuban.
“Dulu pernah juara di kontes Piala Bupati Tuban. Mungkin itu juga jadi salah satu alasan dilirik,” katanya.
Baca Juga: Kampung Batik Kauman Solo, Destinasi Aestetik yang Bikin Gen Z Takut Ketinggalan Tren
Sebelum dinyatakan layak sebagai hewan kurban Presiden, sapi tersebut disebut telah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan dan administrasi oleh tim Dispertan PP bersama bagian kesejahteraan rakyat (Kesra).
Pemeriksaan dilakukan mulai dari kondisi fisik sapi, kebersihan kandang, hingga memastikan ternak bebas penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku dan LSD.
“Kami bersama tim sudah melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi peternak,” jelas Feriana.
Pengawasan Hewan Kurban Diperketat
Menjelang Idul Adha 2026, Pemkab Karanganyar juga memperketat pengawasan lalu lintas perdagangan hewan kurban untuk mencegah penyebaran penyakit ternak.
Selain pengawasan di jalur perbatasan, petugas mantri ternak diterjunkan untuk memeriksa lapak-lapak penjualan hewan kurban yang mulai bermunculan di pinggir jalan.
Pedagang diminta menjaga kebersihan kandang serta tidak mencampur hewan baru dengan ternak lama sebelum dipastikan sehat.
“Kebersihan kandang sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit,” katanya.
Tak hanya itu, pengawasan juga akan dilakukan saat proses penyembelihan kurban di sejumlah masjid dan lokasi pemotongan hewan.
Pemkab berharap pelaksanaan Idul Adha tahun ini berjalan aman tanpa gangguan wabah penyakit hewan menular.
Terpilihnya Si Ragil sebagai hewan kurban Presiden juga diharapkan menjadi motivasi bagi peternak lokal untuk terus meningkatkan kualitas ternak mereka agar mampu bersaing di tingkat nasional. (rud/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto