SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Teka-teki penyebab tenggelamnya ibu dan anak di Embung Sigit, Desa Sigit, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, pada Minggu sore (10/5/2026), akhirnya terungkap.
Di balik peristiwa memilukan itu, tersimpan kisah dramatis tentang upaya penyelamatan yang berujung maut.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Yasma Egi Okta Saputri (27) dan putrinya yang masih berusia 6 tahun, Debia A Arabella. Sementara sang suami, Irfan Agus Wahyudi (28), berhasil selamat meski mengalami syok berat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, insiden bermula sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, seorang warga bernama Joko Sunarto yang tengah mencari rumput mendengar teriakan minta tolong dari arah embung.
Ketika mendekat, Joko melihat Irfan dan putrinya sudah berada di dalam air. Ia sempat berusaha memberikan pertolongan menggunakan bambu dan tali, namun jaraknya terlalu jauh sehingga tidak berhasil menjangkau korban.
Karena merasa kewalahan, Joko memutuskan mencari bantuan ke desa. Sebelum pergi, ia sempat meminta Yasma untuk tetap menunggu di tepi embung.
“Mbak, sampeyan nunggu kene wae, aku tak neng ndeso golek bantuan,” ujar Joko kepada Yasma, berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada polisi.
Namun diduga panik melihat suami dan anaknya berjuang di dalam air, Yasma akhirnya nekat terjun ke embung untuk menolong keluarganya.
Saat Joko kembali bersama warga dengan membawa ban pelampung, sosok Yasma sudah tidak terlihat di permukaan air.
Baca Juga: Kasus Guru Cabul di Wonogiri Jadi Alarm, Setyo Sukarno Dorong Siswa Berani Speak Up
Proses evakuasi berlangsung dramatis dan melibatkan tim gabungan dari Puskesmas Tangen, Inafis Satreskrim Polres Sragen, TNI, Polri, hingga Relawan Ganefo. Setelah dilakukan pencarian intensif, ibu dan anak tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu I mengatakan hasil pemeriksaan medis dan olah tempat kejadian perkara tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Hasil visum luar dari tim medis Puskesmas Tangen dan Inafis menunjukkan korban meninggal murni karena laka air (tenggelam). Pihak keluarga juga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan keberatan dilakukan autopsi,” terang Kapolres.
Setelah proses identifikasi selesai, kedua jenazah dievakuasi menggunakan ambulans PSC 119 Puskesmas Tangen.
Baca Juga: Tabrakan Dua Motor di Wonogiri, Pembonceng Tewas dengan Luka Kepala
Meski tercatat berdomisili di Tundungan, Desa Sroyo, Karanganyar, jenazah dibawa ke rumah duka di Dukuh Sidorejo, Desa Ngrombo, Kecamatan Tangen, atas permintaan keluarga.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada saat berada di area embung maupun perairan terbuka, terutama ketika membawa anak-anak. (din/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto