KARANGANYAR, SOLOBALAPAN.COM – Aktivitas memancing yang awalnya santai berubah menjadi momen menegangkan di aliran Sungai Gembong, Minggu (10/5/2026) sore.
Tiga remaja dilaporkan terjebak di tengah sungai setelah air bah datang tiba-tiba akibat hujan deras di wilayah hulu.
Baca Juga: Tragedi Keluarga di Embung Sigit Sragen, Ayah Selamat, Ibu dan Balita Meninggal Dunia
Peristiwa terjadi di kawasan Tulakan Kulon, Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono sekitar pukul 15.00 WIB. Saat kejadian, enam pelajar sedang memancing di aliran sungai yang tampak normal dan cuaca di lokasi masih cerah.
Namun tanpa diduga, debit air mendadak naik drastis akibat hujan deras yang mengguyur kawasan atas di wilayah Tawangmangu.
“Di daerah atas itu hujan deras sekali, sementara di bawah belum hujan. Korban tidak menyadari adanya air bah yang datang,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno.
Saat arus mulai membesar, tiga remaja berhasil menyelamatkan diri ke tepian sungai. Namun tiga lainnya yakni Jidan (13), Aksa (13), dan Wahab (9) terjebak di tengah aliran karena derasnya arus membuat mereka tidak berani menyeberang.
Ketiganya hanya bisa bertahan di atas bebatuan sungai sambil menunggu bantuan datang.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung melapor ke relawan dan BPBD Karanganyar.
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, relawan, dan warga setempat kemudian bergerak melakukan penyelamatan.
Proses evakuasi berlangsung dramatis karena petugas harus menggunakan peralatan sederhana seperti tali, bambu, dan tangga untuk menjangkau korban di tengah derasnya arus sungai.
“Sekitar pukul 16.00 WIB semua korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat,” tambah Hendro.
Pasca kejadian, BPBD Karanganyar mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sungai, terutama pada musim penghujan.
Sebab banjir kiriman dari wilayah hulu bisa datang mendadak meski cuaca di lokasi terlihat cerah.
Baca Juga: Kejari Karanganyar Sita Barang Bukti dari Rumah Tersangka Korupsi Retribusi PKL
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca ekstrem di daerah pegunungan dapat memicu air bah sewaktu-waktu dan membahayakan warga yang berada di bantaran sungai. (rud/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto