BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Kabar duka datang dari rombongan jemaah haji Embarkasi Solo.
Seorang calon jemaah haji bernama Sutrisno meninggal dunia setelah sempat menjalani pendaratan darurat di Bandara Kualanamu, Medan, Jumat (9/5/2026).
Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, mengatakan almarhum sebelumnya berangkat dalam kondisi sehat dan dinyatakan layak terbang.
Baca Juga: Pemuda Sragen Ditemukan Meninggal di Sungai Mungkung, Polisi Dalami Kronologi
Namun di tengah perjalanan menuju Arab Saudi, kondisi kesehatannya mendadak menurun hingga pesawat melakukan technical landing di Medan.
“Jenazah Pak Sutrisno telah diterima di Solo setelah sebelumnya melakukan pendaratan darurat di Kualanamu, Medan,” ujar Fitriyanto, Sabtu (9/5).
Jenazah almarhum diterbangkan dari Bandara Kualanamu dan tiba di Bandara Adi Soemarmo sekitar pukul 15.00 WIB sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Menurut Fitriyanto, Sutrisno sempat menjalani perawatan di RS Amri Tambunan, Medan. Namun setelah dirawat semalam, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada Jumat pukul 11.40 WIB.
Karena wafat sebelum pelaksanaan wukuf di Arafah, almarhum dipastikan memperoleh hak badal haji oleh petugas haji Indonesia.
Baca Juga: Inspiratif! Langkah Nyata Atasi TPA Penuh: PKL Kembul Swarga Solo Mulai Olah Sampah Dagangan Sendiri
“Ahli waris juga akan menerima santunan asuransi sebesar biaya perjalanan haji, sekitar Rp56 juta,” jelasnya.
PPIH Embarkasi Solo turut memberikan pendampingan kepada istri almarhum, Titik Nurhayati. Ia diberi pilihan untuk tetap berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini pada penerbangan akhir atau menunda keberangkatan hingga musim haji tahun depan.
Titik Nurhayati mengungkapkan, suaminya mulai mengalami sesak napas dan gangguan pada jantung saat pesawat masih mengudara menuju Jeddah.
“Sempat diberi oksigen selama 15 menit dan kondisi membaik. Namun 15 menit kemudian saturasi oksigen turun lagi sehingga diputuskan mendarat darurat karena perjalanan ke Jeddah masih sekitar delapan jam,” tutur Titik.
Setelah tiba di Medan, kondisi Sutrisno sempat stabil pada malam hari. Namun sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, almarhum kembali mengalami sesak napas hebat hingga akhirnya meninggal dunia beberapa jam kemudian.
Baca Juga: Review Film Dilan ITB 1997: Transformasi Ariel Noah Jadi Dilan Dewasa di Tengah Gejolak Reformasi 98
Titik menyebut suaminya selama ini hanya memiliki riwayat penyakit diabetes dan tidak pernah mengeluhkan gangguan jantung sebelumnya.
“Almarhum sebenarnya hanya punya riwayat diabetes dan tidak pernah mengeluh sakit jantung atau sesak napas,” katanya.
PPIH Embarkasi Solo memastikan seluruh hak jemaah dan keluarga akan dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku. (fid/an)