WONOGIRI, SOLOBALAPAN.COM – Pelarian A, tersangka kasus dugaan pencabulan santriwati di sebuah pondok pesantren di Kecamatan Tlogowungu, Pati, akhirnya terhenti di wilayah Kecamatan Purwantoro, Wonogiri. Tersangka ditangkap aparat kepolisian di Desa Bakalan, Kamis (7/5/2026) dini hari.
Ironisnya, selama buron pelaku sempat tinggal dan berbaur di lingkungan warga tanpa menimbulkan kecurigaan.
Fakta ini kembali memunculkan pertanyaan soal lemahnya pengawasan terhadap pelaku kejahatan seksual yang masih bebas bergerak lintas daerah sebelum akhirnya tertangkap.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, A diamankan di kawasan Gedong Giono, kompleks makam Makam Raden Gunungsari yang berada di puncak bukit dan cukup jauh dari permukiman warga.
Kepala Desa Bakalan, Sutanto, membenarkan adanya penangkapan tersebut.
“Penangkapan hari ini sekira pukul 04.30 pagi,” ujarnya.
Menurut informasi warga, tersangka diketahui sudah berada di Desa Bakalan sejak Rabu (6/5/2026) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Ia datang menggunakan jasa ojek dari arah Kecamatan Purwantoro sebelum kembali berganti ojek menuju kawasan makam.
Baca Juga: Penghubung Solo Balapan–Tirtonadi Tetap Ramai, Operasional Skybridge Segera Disesuaikan
Selama berada di lokasi, tersangka menginap di rumah salah satu warga yang biasa digunakan para peziarah untuk beristirahat. Karena terbiasa menerima tamu peziarah, pemilik rumah tidak menaruh curiga terhadap keberadaan pelaku.
“Dia itu tidak dikenal warga sini, cuma numpang menginap karena memang rumah itu sering dipakai peziarah,” jelas Sutanto.
Situasi ini menjadi gambaran bagaimana pelaku kejahatan seksual kerap mampu bersembunyi di tengah masyarakat dengan memanfaatkan kelengahan lingkungan sekitar.
Sebelum ditangkap, tersangka sempat meminjam sepeda motor milik warga dengan alasan hendak menemui temannya. Namun saat keluar dari lokasi penginapan, aparat yang telah melakukan pemantauan langsung melakukan penyergapan.
“Kalau ditangkapnya bukan di rumah warga. Saat keluar naik motor itu langsung diamankan,” tambahnya.
Penangkapan berlangsung saat sebagian besar warga masih beristirahat sehingga prosesnya tidak banyak diketahui masyarakat.
Meski demikian, sejumlah warga mengaku sempat mendengar suara letusan satu kali dari arah lokasi penangkapan.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait proses pelarian tersangka maupun kemungkinan adanya pihak yang membantu persembunyiannya selama berada di Wonogiri. (al/an)