BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Embarkasi Solo mulai memberangkatkan jemaah haji gelombang kedua dengan pola berbeda dibanding gelombang sebelumnya.
Para jemaah kini sudah mengenakan pakaian ihram sejak dari Asrama Haji Donohudan sebelum bertolak menuju Arab Saudi.
Langkah tersebut diterapkan untuk mempercepat proses ibadah setibanya di Tanah Suci, terutama bagi jemaah yang mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, dan langsung melaksanakan umrah wajib.
Humas PPIH Embarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia, mengatakan kloter 44 SOC menjadi awal dimulainya pemberangkatan gelombang kedua.
“Alhamdulillah Embarkasi Solo sekarang sudah memasuki keberangkatan gelombang dua. Pagi ini kami memberangkatkan kloter 46 SOC,” ujarnya, Kamis (7/5).
Menurut Nabiila, penggunaan ihram sejak dari embarkasi dilakukan sebagai bentuk efisiensi waktu. Sebab setelah tiba di Jeddah, jemaah tidak memiliki waktu panjang untuk bersiap mengenakan ihram sebelum menjalankan umrah wajib.
“Sejak dari embarkasi jemaah memang dianjurkan sudah menggunakan kain ihram agar proses menuju umrah wajib bisa lebih singkat,” jelasnya.
Meski sudah mengenakan ihram sejak awal perjalanan, pengambilan miqat atau niat ihram tetap dilakukan sesuai ketentuan syariat.
Petugas pendamping nantinya akan memberikan arahan kepada jemaah saat pesawat mendekati area miqat atau ketika tiba di bandara.
“Kalau belum mengambil miqat di pesawat, nanti tetap bisa dilakukan di Bandara King Abdul Aziz,” tambahnya.
PPIH juga mengantisipasi kondisi suhu dingin selama penerbangan. Jemaah diperbolehkan mengenakan jaket atau pakaian penghangat di atas ihram selama perjalanan.
Nantinya, saat mendekati lokasi pengambilan miqat, petugas akan mengarahkan jemaah untuk melepas pakaian tambahan tersebut sebelum memulai niat ihram.
Kebijakan penggunaan ihram sejak dari embarkasi ini mulai diterapkan sejak keberangkatan kloter 44 SOC pada Rabu (6/5) malam dan akan berlaku untuk seluruh jemaah gelombang kedua. (hj/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto