SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Kenaikan harga avtur yang mendorong lonjakan harga tiket pesawat ternyata tidak menyurutkan minat masyarakat untuk bepergian lewat jalur udara. Data terbaru justru menunjukkan tren sebaliknya di Bandara Adi Soemarmo.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta, Ratna Setyowati, mengungkapkan bahwa harga avtur mengalami kenaikan di berbagai bandara domestik, yang berdampak langsung pada harga tiket pesawat, terutama pada April 2026.
Baca Juga: Siapa K Showtime? YouTuber Kanada yang Jadi Korban Rasisme Saat Berkunjung ke Surabaya
“Adanya kenaikan harga avtur menjadikan harga tiket pesawat meningkat dibanding bulan sebelumnya,” ujarnya dalam rilis resmi statistik, Senin (4/5/2026).
Namun menariknya, aktivitas penumpang di Bandara Adi Soemarmo justru mengalami lonjakan signifikan pada Maret 2026. Jumlah penumpang yang berangkat tercatat mencapai 36.573 orang, atau naik 27,99 persen dibanding Februari yang hanya 27.859 orang.
Tak hanya keberangkatan, jumlah penumpang yang datang juga menunjukkan tren serupa. Pada Maret, angka kedatangan tercatat 36.573 orang, meningkat 21,07 persen dari bulan sebelumnya.
“Seluruh pergerakan ini berasal dari penerbangan domestik,” jelas Ratna.
Peningkatan tersebut didorong oleh rute-rute favorit, terutama ke Denpasar dan Bandara Soekarno-Hatta. Untuk rute Jakarta, jumlah kedatangan naik dari 23.873 menjadi 26.591 penumpang.
Sementara itu, rute Denpasar mencatat lonjakan paling tinggi. Jumlah kedatangan dari Bali meningkat hingga 79,05 persen. Untuk keberangkatan, tercatat 7.137 penumpang pada Maret, naik signifikan dari 3.986 orang di Februari.
Fenomena ini menunjukkan adanya paradoks di sektor transportasi udara: di tengah kenaikan harga tiket akibat mahalnya avtur, permintaan perjalanan justru tetap tinggi.
Kondisi tersebut mengindikasikan mobilitas masyarakat yang masih kuat, terutama untuk kebutuhan perjalanan domestik, baik untuk bisnis, wisata, maupun keperluan lainnya. (alf/an)