SUKOHARJO, SOLOBALAPAN.COM – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kelurahan Begajah, Kecamatan Sukoharjo, berlangsung dengan suasana berbeda. Sabtu (2/5), upacara yang diikuti anak-anak PAUD dan para pendidik ini hadir lebih hangat, penuh warna, sekaligus menyenangkan.
Di tengah barisan peserta yang mengenakan beragam kostum—mulai dari busana tradisional hingga profesi—muncul sosok yang langsung mencuri perhatian: Gatotkaca sebagai pembina upacara, didampingi Ultraman yang bertugas sebagai komandan peleton.
Baca Juga: Bareskrim Ungkap Praktik Oplosan LPG Subsidi di Klaten, Soroti Lemahnya Pengawasan Distribusi
Gatotkaca diperankan oleh Agus Widanarko, penyuluh sekaligus pegiat literasi dari Disporapar Sukoharjo.
Selama ini, ia dikenal aktif mengajak anak-anak belajar melalui pendekatan kreatif, termasuk dengan mengenakan kostum tokoh pewayangan.
Menurut Agus, peringatan Hardiknas menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter sejak usia dini, namun dengan cara yang lebih dekat dengan dunia anak.
“Melalui pendekatan yang menyenangkan, anak-anak lebih mudah menerima pesan. Dalam amanat tadi, kami juga mengenalkan sosok Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga mengajak anak-anak untuk mencintai lingkungan sekitar, termasuk mengenal potensi wisata lokal sebagai bagian dari pembelajaran yang kontekstual.
Baca Juga: Dari Solo hingga Madura, Polisi Bongkar Jaringan Pencuri Motor Bermodus Kunci Modifikasi
Nilai-nilai sederhana seperti hidup sehat dan kesadaran terhadap Kawasan Tanpa Rokok (KTR) turut disisipkan dalam kegiatan tersebut.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan sesi mendongeng interaktif yang kembali dibawakan oleh “Gatotkaca Literasi”. Anak-anak terlihat antusias, mengikuti cerita dengan penuh perhatian sekaligus keceriaan.
Bunda PAUD Kelurahan Begajah, Yetti Pancanita, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung tema “Bergerak Bersama Wujudkan Pendidikan dan Generasi Berkualitas”. Tema tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat.
“Kami ingin menghadirkan pendidikan yang tidak hanya formal, tetapi juga menyenangkan dan bermakna. Dengan kolaborasi semua pihak, diharapkan lahir generasi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter,” jelasnya.
Baca Juga: Pasien RSUD Moewardi Solo Meninggal Dunia Usai Terjatuh dari Gedung Flamboyan
Kegiatan ini melibatkan berbagai lembaga pendidikan, di antaranya Kelompok Bermain Bakti Ibu, PAUD Alkoir, TK II Al Abidin, TK Kartika 1 dan 2, serta TK MTA. Turut hadir pula unsur perangkat kelurahan, TPPKK, hingga aparat wilayah.
Suasana upacara yang penuh warna ini menjadi pengalaman tersendiri bagi anak-anak. Di balik kostum dan cerita, tersimpan pesan bahwa belajar tidak selalu harus kaku—ia bisa hadir dalam bentuk yang dekat, menyenangkan, dan membekas.
Melalui cara sederhana ini, peringatan Hardiknas di Begajah tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga ruang belajar yang hidup bagi generasi masa depan. (kwl/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto