SUKOHARJO, SOLOBALAPAN.COM – Tiga bocah dilaporkan hanyut saat berenang di aliran sungai irigasi Dam Colo, tepatnya di selatan Jembatan Grasak, Desa Cangkol, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Jumat (1/5).
Beruntung, seluruh korban berhasil diselamatkan berkat kesigapan warga sekitar.
Meski tidak ada korban jiwa, satu anak harus dilarikan ke RS Kustati untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Baca Juga: Disorot DPRD Kota Solo, Margi Coffee Klarifikasi Isu Sewa Pedestrian dan Logo Pemkot
Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo melalui Kapolsek Mojolaban, AKP Askolani, menjelaskan ketiga anak tersebut awalnya bermain dan berenang di lokasi kejadian.
Mereka adalah Aldebaran Naban Saka Sugiyarto (10), Jangkung Jinangkung Utomo (11), serta Muhammad Ilyas Al Fatih, yang seluruhnya merupakan warga Polokarto.
“Ketiganya bermain dan berenang di sungai irigasi Dam Colo di wilayah Desa Cangkol,” jelas Askolani.
Arus Deras Picu Insiden
Saat kejadian, debit air di sungai diketahui sedang tinggi sehingga arus menjadi deras dan berbahaya. Kondisi ini membuat ketiga bocah tersebut terseret arus.
Salah satu korban berhasil menyelamatkan diri dengan meraih ilalang di tepi sungai dan naik ke daratan. Sementara dua lainnya sempat hanyut lebih jauh sebelum akhirnya diketahui warga.
“Dua anak yang hanyut langsung ditolong warga dan berhasil diselamatkan,” lanjutnya.
Satu Korban Dirawat
Dari tiga korban, dua anak dinyatakan dalam kondisi sehat setelah dievakuasi. Sementara satu anak lainnya harus menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit.
“Dua anak alhamdulillah sehat, satu anak kami bawa ke RS Kustati untuk penanganan lebih lanjut,” tegas Kapolsek.
Imbauan untuk Orang Tua
Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama saat bermain di sungai atau saluran irigasi.
Baca Juga: KDKMP Sukoharjo Terima 50 Mobil Operasional, Usaha Sembako hingga Pupuk Siap Digenjot
Debit air yang tinggi dan arus deras dinilai sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak yang berenang tanpa pengawasan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa lokasi perairan terbuka, meski tampak tenang, bisa berubah menjadi berbahaya dalam waktu singkat. Kewaspadaan dan pengawasan menjadi kunci untuk mencegah kejadian serupa terulang. (kwl/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto