BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Langit mendadak gelap, angin meraung, dan dalam hitungan menit, kepanikan pecah di dua wilayah di Boyolali.
Angin puting beliung menerjang Kecamatan Mojosongo dan Kecamatan Boyolali, Kamis (30/4) sore, meninggalkan jejak kerusakan di puluhan rumah warga.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00–15.30 WIB, saat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Baca Juga: May Day di Solo Disorot, Serikat Buruh Kritik Pelemahan Suara dan Mandeknya Revisi UU
Di tengah guyuran hujan, angin kencang datang tiba-tiba, menyapu atap rumah, merobohkan pohon, hingga membuat warga berhamburan keluar rumah.
Anggota TRC BPBD Boyolali, Gembong Suroto, mengatakan laporan pertama masuk dari warga yang panik melihat kerusakan di sejumlah titik.
“Laporan masuk sekitar pukul 15.00 WIB terkait dampak angin puting beliung di beberapa lokasi,” ujarnya, Jumat (1/5).
Pohon Tumbang dan Jalan Lumpuh
Di Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, pohon-pohon besar tumbang dan menutup akses jalan di kawasan Gumulan. Jalan Nangka pun sempat lumpuh akibat tertutup batang pohon.
Tak hanya itu, lembaran atap galvalum beterbangan hingga tersangkut di kabel listrik, menambah risiko bahaya bagi warga sekitar.
Tim gabungan dari BPBD, TNI, pemerintah desa, relawan, dan warga langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat.
“Kami fokus membersihkan pohon tumbang, mengevakuasi atap yang tersangkut jaringan listrik, serta melakukan kaji cepat di lokasi,” jelas Gembong.
Puluhan Rumah Rusak, Warga Mengungsi
Data sementara mencatat kerusakan tersebar di tiga titik. Di Dukuh Gumulan RT 01/RW 07 Kemiri, 11 rumah terdampak, mulai dari kerusakan ringan hingga atap yang hancur total. Salah satunya rumah milik Eko Purnomo yang kehilangan hampir seluruh atap galvalumnya.
Di RT 02/RW 07 wilayah yang sama, 14 rumah lainnya mengalami kerusakan, termasuk bagian kamar, dapur, hingga kandang ternak.
Sementara di Dukuh Sidomulyo, Kelurahan Pulisen, Kecamatan Boyolali, sedikitnya 9 rumah, 1 mushola, dan 2 pertokoan ikut terdampak. Atap teras Mushola Sidomulyo bahkan roboh diterjang angin.
Meski tidak ada korban jiwa maupun luka, satu keluarga terpaksa mengungsi. Keluarga Eko Purnomo memilih menumpang di rumah kerabat terdekat karena kondisi rumahnya tidak lagi aman untuk dihuni.
Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu
Menurut BPBD, puting beliung dipicu kombinasi hujan lebat, angin kencang, serta kondisi lingkungan seperti pohon yang sudah rapuh.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca ekstrem melanda.
Baca Juga: Daftar Pemain Istri Paruh Waktu di MDTV, Serial Rumah Tangga Penuh Rahasia yang Menguras Emosi
Sementara itu, pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan memberikan bantuan bagi warga terdampak agar proses pemulihan dapat berjalan cepat.
Di tengah puing atap yang berserakan, warga kini mulai bergotong royong, mencoba bangkit dari terjangan angin yang datang tanpa peringatan. (fid/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto