WONOGIRI, SOLOBALAPAN.COM – Kecelakaan tunggal terjadi di wilayah barat Jembatan Jurang Gempal, Kecamatan Wonogiri Kota, Kamis (30/4/2026) siang.
Sebuah truk pengangkut jagung terguling diduga akibat ban meletus saat hendak berbelok.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.25 WIB dan sempat mengganggu arus lalu lintas karena badan truk menutup sebagian ruas jalan.
Baca Juga: Menyatukan Visi, Rasa, dan Energi pada Penyusunan Koreografi Kelompok
Didahului Suara Ledakan
Sejumlah warga di sekitar lokasi mengaku mendengar suara ledakan keras sebelum truk terguling. Ledakan tersebut diduga berasal dari ban belakang kendaraan.
“Tadi ada suara ledakan keras, sepertinya dari ban belakang,” ujar salah satu warga.
Truk dengan nomor polisi L 8646 UUC itu diketahui melaju dari arah barat, yakni Jalan Pemuda, dan diduga hendak berbelok ke kanan menuju Jalan Murti Pranoto saat insiden terjadi.
Posisi Truk Melintang Jalan
Dari pantauan di lokasi, posisi truk sebagian sudah memasuki Jalan Murti Pranoto saat terguling. Muatan jagung yang dibawa juga turut berserakan di sekitar lokasi kejadian.
Kondisi tersebut menyebabkan sebagian badan jalan tertutup, sehingga arus lalu lintas sempat tersendat.
Baca Juga: Memaknai lagu Putih – Efek Rumah Kaca sebagai Ruang Kontemplasi di Tengah Bisingnya Dunia Digital
Diduga Ada Korban Dibawa ke Rumah Sakit
Warga menyebutkan terdapat korban dalam kejadian tersebut, meski belum diketahui secara pasti jumlah maupun tingkat luka yang dialami.
“Infonya ada yang dibawa ke rumah sakit,” kata warga.
Kecelakaan ini juga terjadi menjelang hujan deras yang mengguyur wilayah setempat, yang diduga turut memengaruhi kondisi jalan.
Petugas Lakukan Penanganan
Hingga berita ini diturunkan, petugas dari Satlantas Polres Wonogiri dan Polsek Wonogiri Kota telah berada di lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan penyelidikan lebih lanjut.
Proses evakuasi kendaraan dan pembersihan jalan masih berlangsung guna mengembalikan arus lalu lintas normal.
Kecelakaan akibat pecah ban masih menjadi salah satu faktor dominan insiden lalu lintas kendaraan berat. Minimnya pemeriksaan kondisi kendaraan sebelum perjalanan, terutama pada angkutan muatan, menjadi risiko serius bagi keselamatan pengguna jalan. (al/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto