Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Perawat RSCM Korban Laka KRL Dimakamkan di Boyolali, Suasana Haru Selimuti Rumah Duka

Abdul Khofid Firmanda Putra • Rabu, 29 April 2026 | 13:03 WIB
Farida Utami, perawat RSCM korban kecelakaan KRL di Bekasi Timur, dimakamkan di Boyolali. (ABDUL KOFID FIRNANDA PUTRA/SOLOBALAPAN.COM)
Farida Utami, perawat RSCM korban kecelakaan KRL di Bekasi Timur, dimakamkan di Boyolali. (ABDUL KOFID FIRNANDA PUTRA/SOLOBALAPAN.COM)

 

BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Suasana duka menyelimuti kediaman Farida Utami di Dukuh Beji, Desa Kopen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Rabu (29/4/2026).

Farida merupakan salah satu korban kecelakaan kereta api yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Bekasi Timur.

Almarhumah dimakamkan di pemakaman desa setempat sekitar pukul 11.00 WIB, diiringi puluhan pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.

Baca Juga: Plafon SDN Ngasinan IV Ambrol, Disdikbud Sukoharjo Lakukan Perbaikan Darurat

Farida diketahui bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Ia merupakan anak keempat dari enam bersaudara dan meninggalkan tiga anak serta satu cucu.

Sempat Pulang Kampung Tanpa Pamit

Kakak kandung korban, Farid Rojab, mengungkapkan kepergian adiknya terasa sangat mendadak. Ia menyebut, sebelum kejadian, Farida sempat pulang ke kampung halaman tanpa memberi kabar sebelumnya.

“Istimewanya, adik saya kemarin itu pulang ke rumah orang tua tanpa pemberitahuan. Ibu saya kaget, tiba-tiba sudah di rumah,” ujarnya usai pemakaman.

Setelah bersilaturahmi singkat, Farida kembali ke Jakarta karena harus kembali bekerja pada Selasa (28/4).

Baca Juga: Aksi Cepat Warga Gagalkan Pencurian HP, Tiga Pelaku Dibekuk Polresta Surakarta

Namun nahas, dalam perjalanan kembali, ia menjadi korban kecelakaan saat berpindah dari kereta jarak jauh menuju KRL arah Tambun, yang kemudian terlibat tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek.

Firasat Keluarga dan Pencarian di Rumah Sakit

Farid mengaku sempat menggunakan KRL jurusan Cikarang pada hari yang sama. Ia baru mengetahui adanya kecelakaan sekitar pukul 20.35 WIB.

Kekhawatiran mulai muncul ketika ia tidak menemukan nama adiknya dalam daftar korban di rumah sakit. Upaya menghubungi Farida juga tidak membuahkan hasil.

“Saya telepon berkali-kali, sempat berdering tapi tidak diangkat. Saya pikir mungkin baterainya habis,” kenangnya.

Baca Juga: Menyoroti Isu Mental Health, Hindia Jadi Playlist Wajib Anak Rantauan

Untuk memastikan, Farid mendatangi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo tempat Farida bekerja. Namun, ia tidak menemukan keberadaan adiknya di instalasi gawat darurat (IGD).

Pencarian kemudian berlanjut ke RS Polri Kramat Jati. Kepastian baru didapat sekitar pukul 02.30 WIB setelah dilakukan pencocokan data korban.

Jenazah Farida kemudian dibawa kembali ke RSCM sebelum dipulangkan ke kampung halaman di Boyolali.

Pamit Terakhir ke Keluarga

Menurut keluarga, Farida sempat berpamitan kepada ibunya sebelum kembali ke Jakarta. Ia juga menyempatkan diri bertemu kakaknya di Kecamatan Teras.

Baca Juga: Menyoroti Isu Mental Health, Hindia Jadi Playlist Wajib Anak Rantauan

“Tidak lama, karena Selasanya dia harus kerja lagi,” ujar Farid.

Diketahui, Farida menjadi salah satu dari belasan korban meninggal dunia dalam kecelakaan tragis di kawasan Bekasi Timur tersebut. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat. (fid/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#KA Argo Bromo #kecelakaan krl #korban kecelakaan kereta asal boyolali #krl commuter #boyolali