Solo Menari 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surakarta, Suguhkan Tari Tradisional hingga Workshop Kreatif

Andi Aris Widiyanto • Dipublikasikan Selasa, 28 April 2026 | 17:03 WIB
Solo Menari 2026 resmi dibuka di Balai Kota Surakarta dengan suguhan tari tradisional, pameran kipas, hingga workshop kreatif yang melibatkan ratusan peserta. (Lutfiana Sekar/solobalapan.com)
Solo Menari 2026 resmi dibuka di Balai Kota Surakarta dengan suguhan tari tradisional, pameran kipas, hingga workshop kreatif yang melibatkan ratusan peserta. (Lutfiana Sekar/solobalapan.com)

 
SOLOBALAPAN.COM - Pagelaran seni tari bertajuk Solo Menari 2026 resmi dibuka di Balai Kota Surakarta pada Selasa (28/4/2026) pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, yakni 28 hingga 29 April 2026, dengan menghadirkan berbagai rangkaian acara seni dan budaya.

Pembukaan acara dilakukan oleh Direktur Solo Menari, Heru Mataya, yang menandai dimulainya rangkaian peringatan Hari Tari melalui beragam pertunjukan dan aktivitas kreatif.

Baca Juga: Siapa Sosok Icha Putri Utami? Diduga Penipu Investasi Bodong yang Ngaku Mahasiswi FK KKI UI, Bawa Kabur Uang hingga Rp88 Juta

Dalam pembukaan tersebut, pengunjung disuguhkan berbagai penampilan tari tradisional yang memikat. Salah satunya adalah Tari Kipas Suci yang dibawakan oleh Sanggar Maheswari Budaya Surakarta.

Selain itu, terdapat pula penampilan Tari Legong Mesatya dari Sanggar Sekar Sandat yang sekaligus menjadi bagian dari pembukaan Pameran Kipas Nusantara.

Penampilan ini menampilkan harmoni gerak, kostum, serta properti kipas yang menjadi simbol utama dalam pagelaran Solo Menari tahun ini.

Tidak hanya menyuguhkan pertunjukan seni, Solo Menari 2026 juga menghadirkan berbagai workshop yang bersifat edukatif dan interaktif.

"Salah satunya adalah Workshop Sanggul Nusantara yang menghadirkan Komunitas Sanggul Nusantara melalui program Akademi Sanggul Nusantara, " ujar Heru di sela-sela acara.

Baca Juga: Dinamika Paling Panas, DPRD Bongkar Catatan Kritis untuk Pemkot Solo di LKPJ 2025

Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi sekitar 100 remaja putri untuk mengenal dan mempraktikkan penataan rambut tradisional, khususnya Sanggul Ukel Konde Solo, secara mandiri dengan cara yang mudah dan menyenangkan. Workshop ini dipandu oleh Duta Sanggul Nusantara Solo 2024.

Selain itu, terdapat Workshop Membuat Kipas Kreatif oleh Arief Tuep yang mengajak peserta untuk mengolah kipas menjadi karya bernilai. Dalam kegiatan ini, peserta didorong untuk menciptakan kipas dengan karakter dan makna tersendiri, sehingga tidak hanya menjadi benda pakai, tetapi juga memiliki nilai estetika dan potensi ekonomi.

Workshop ini dinilai memberikan dampak nyata, mulai dari aspek edukatif dalam mengasah kreativitas, aspek sosial melalui kolaborasi, hingga peluang ekonomi melalui produk kriya bernilai jual.

Baca Juga: Skenario Buruk Persis Solo Usai Kalah Telak di GBK, Intip Jadwal Neraka di Empat Laga Sisa

Kegiatan lain yang tak kalah menarik adalah Workshop Melukis Kipas Kreatif oleh seniman Dani Iswara. Dalam workshop ini, kipas tidak hanya dipandang sebagai properti tari, tetapi juga sebagai media ekspresi seni visual.

"Melalui pendekatan kreatif, kipas dihadirkan sebagai “kanvas” yang memuat identitas, emosi, serta interpretasi dari pembuatnya. Konsep ini memperluas makna kipas, dari sekadar alat gerak dalam tari menjadi karya seni yang memiliki nilai personal dan estetika," jelasnya.

Selain workshop, pengunjung juga dapat menikmati Pameran “Kipas Melintas Waktu” yang menampilkan sekitar 32 artefak kipas dari berbagai latar budaya. 

Pameran ini menggambarkan perjalanan kipas sebagai benda yang tidak hanya fungsional, tetapi juga sarat makna.Mulai dari kipas sederhana yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari hingga kipas yang menjadi simbol kebangsawanan, seluruh koleksi mencerminkan kekayaan sejarah dan identitas budaya Nusantara.

Pagelaran Solo Menari 2026 juga menarik perhatian pengunjung dari luar negeri. Salah satunya Rahma, wisatawan asal Malaysia, yang mengaku datang ke Indonesia khusus untuk menyaksikan acara tersebut.

"Saya datang ke Indonesia memang untuk menonton Solo Menari. Sebelumnya juga pernah belajar menari di salah satu sanggar di Yogyakarta,” ujarnya.

Ia mengaku kagum dengan keberagaman budaya tari di Indonesia.
“Saya bangga melihat budaya tari Indonesia, karena sangat banyak dan tersebar di berbagai daerah,” tambahnya.

Baca Juga: Terjatuh di Pagi Buta, Petani di Sragen Tewas Tersengat Listrik Jebakan Tikus di Persawahan

Melalui berbagai rangkaian kegiatan yang disajikan, Solo Menari 2026 tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian budaya.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni tari serta mendorong generasi muda untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya Indonesia. (Lutfiana Sekar/AN)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : solobalapan.com
balai kota surakarta Solo Menari 2026 direktur solo menari Heru mataya pembukaan solo menari