SOLOBALAPAN.COM — Suasana syahdu menyelimuti Ono Solo, Ngarsopuro, pada Senin (27/4/2026) malam.
DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Solo mengundang ratusan tokoh masyarakat, pimpinan media, hingga tokoh agama untuk duduk bersama dalam tajuk silaturahmi dan serap aspirasi.
Acara ini menjadi momen krusial bagi partai berlambang banteng moncong putih tersebut untuk melakukan refleksi panjang atas dua dekade kepemimpinan mereka di Solo.
Dibuka dengan Pantun dan Penghargaan untuk Rudy
Ketua DPC PDIP Solo, Aria Bima, membuka acara dengan pantun yang menyentuh hati para tamu undangan.
Dalam sambutannya, ia juga memberikan apresiasi setinggi langit kepada FX Hadi Rudyatmo yang telah menakhodai DPC PDIP Solo selama 25 tahun dan memimpin Solo sebagai Wali Kota selama dua periode.
Menurut Aria Bima, kejayaan PDIP di Solo bukanlah kerja partai semata, melainkan berkat restu dan dukungan para kiai, ulama, serta tokoh masyarakat.
Permintaan Maaf Terbuka: "Mungkin Ada Kebijakan yang Tak Berkenan"
Puncak dari pertemuan ini adalah saat Aria Bima, yang juga sudah 25 tahun duduk di kursi DPR RI, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam di hadapan para tokoh muslim dan pimpinan ormas.
Ia menyadari sepenuhnya bahwa dalam pengabdian selama puluhan tahun, pasti ada kebijakan atau sikap politik yang melukai hati masyarakat.
"Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam perjalanan pengabdian PDI Perjuangan di Surakarta pasti ada yang kurang sempurna. Kami mengakui sebagai organisasi tentu ada kekurangannya. Mungkin ada kebijakan selama 20 tahun kami memerintah atau sikap fraksi di DPRD yang kurang berkenan di hati panjenengan semua, kami memohon maaf," ujar Aria Bima dengan rendah hati.
Komitmen 20 Kursi DPRD untuk Pembangunan Solo
Meski mengakui kekurangan, Aria Bima menegaskan bahwa 20 anggota Fraksi PDIP di DPRD Solo akan tetap solid menjadi garda terdepan dalam mendukung program pembangunan Pemerintah Kota Solo yang pro-rakyat.
Serap Aspirasi: Kiai dan Tokoh Masyarakat Angkat Bicara
Acara tidak hanya berjalan satu arah. Para tokoh agama dan masyarakat diberikan ruang seluas-luasnya untuk memberikan saran, masukan, hingga kritik pedas.
Beberapa aspirasi yang menonjol meliputi peningkatan fasilitas kegiatan keagamaan di Kota Bengawan hingga pemerataan pembangunan di wilayah pinggiran Solo dan isu kesehatan yang juga butuh untuk mendapat perhatian.
Momen silaturahmi ini mempertegas posisi PDIP Solo yang ingin terus membangun kebersamaan dengan para tokoh agama demi menjaga stabilitas dan harmoni di kota budaya ini. (dam)
Editor : Damianus Bram