WONOGIRI, SOLOBALAPAN.COM — Sunyi dini hari di simpang tiga Dusun Jaten, Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri, mendadak pecah oleh sebuah peristiwa tragis. S
Sebuah manuver yang seharusnya biasa, berubah menjadi detik-detik yang merenggut nyawa.
AIK (24), seorang kernet truk asal Desa Kedunggupit, meninggal dunia setelah tergencet dump truck yang ia dampingi sendiri, Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 02.05 WIB.
Malam itu, truk dump Isuzu bernomor polisi AD 8263 OG melaju dari arah barat ke timur. Saat tiba di simpang sempit Dusun Jaten, kendaraan hendak berbelok ke kiri menuju arah utara—sebuah manuver yang menuntut kehati-hatian ekstra.
Di titik itulah, korban turun dari kendaraan.
Seperti rutinitas yang kerap dilakukan para kernet, ia berdiri di sisi kiri untuk memberi aba-aba kepada pengemudi, G K A (22), agar truk dapat bermanuver di ruang jalan yang terbatas.
Namun, kondisi jalan yang sempit dan minim penerangan menyimpan risiko yang tak terlihat.
Menurut Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, ban belakang kiri truk tiba-tiba terperosok ke dalam parit di sisi jalan.
“Pada saat itu, korban berada di sisi kiri kendaraan untuk memberikan aba-aba,” ujarnya.
Dalam hitungan detik, situasi berubah tak terkendali.
Posisi kendaraan yang miring membuat badan bak truk menghimpit korban. Tanpa ruang untuk menghindar, ia mengalami luka berat pada bagian dada—cedera yang kemudian merenggut nyawanya.
Baca Juga: Saat Sungai Mulai Mengering, Warga Boyolali Bersiap Hadapi Kemarau Panjang
Korban sempat dilarikan ke RS Hermina Wonogiri. Namun, upaya penyelamatan tidak berhasil.
Dugaan Faktor Risiko di Lokasi
Peristiwa ini memunculkan sejumlah pertanyaan, terutama terkait kondisi jalan dan prosedur keselamatan saat manuver kendaraan besar di area sempit.
Simpang tiga Dusun Jaten disebut memiliki karakter jalan terbatas, dengan sisi parit terbuka yang berpotensi membahayakan, terutama pada malam hari dengan visibilitas rendah.
Dalam kondisi seperti ini, koordinasi antara sopir dan kernet menjadi krusial—namun juga berisiko tinggi jika tanpa pengamanan tambahan.
Polisi Dalami Unsur Kelalaian
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah terdapat unsur kelalaian dalam kejadian tersebut.
Petugas Satlantas Polres Wonogiri telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi.
“Kami masih mendalami ada tidaknya unsur kelalaian,” tegas Anom.
Baca Juga: Saat Sungai Mulai Mengering, Warga Boyolali Bersiap Hadapi Kemarau Panjang
Peringatan untuk Pengemudi
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi para pengemudi kendaraan angkutan barang. Jalan sempit, persimpangan, serta area dengan penerangan terbatas menyimpan risiko besar, terutama saat manuver kendaraan.
Polisi mengimbau agar pengemudi meningkatkan kewaspadaan dan memastikan komunikasi yang aman dengan kernet, dengan menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.
Sebab, dalam situasi seperti ini, satu kesalahan kecil bisa berujung fatal.
Dan di simpang sunyi itu, sebuah rutinitas sederhana—memberi aba-aba—berubah menjadi akhir perjalanan seorang pekerja yang tengah menjalankan tugasnya. (al/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto