WONOGIRI, SOLOBALAPAN.COM — Pagi di sebuah sudut desa di Kecamatan Selogiri, Wonogiri, Minggu (26/4/2026), tak lagi sama.
Seorang remaja laki-laki berinisial F (18), siswa kelas XII di salah satu SMA negeri, ditemukan meninggal dunia di belakang rumah sang simbah. Kepergiannya menyisakan duka dan tanda tanya bagi keluarga maupun warga sekitar.
F dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Ia kerap menghabiskan waktu di rumah simbahnya, terlebih setelah sang nenek meninggal belum lama ini. Bahkan, beberapa waktu terakhir, ia juga lebih sering bermalam di sana bersama ibunya.
Pagi itu, tubuh F pertama kali ditemukan oleh warga yang hendak menuju masjid untuk menunaikan adzan. Lokasi penemuan berada di bagian belakang rumah, di area bangunan pinggiran yang jarang dilalui.
Kabar tersebut dengan cepat menyebar, memunculkan suasana haru di lingkungan sekitar.
“Anaknya pendiam,” ujar salah satu perangkat desa setempat.
Ia menambahkan, hingga kini belum ada tanda-tanda yang menunjukkan adanya masalah yang dihadapi korban sebelumnya. Bahkan, beberapa jam sebelum kejadian, sekitar pukul 01.00 dini hari, F diketahui masih menggunakan telepon genggamnya.
Baca Juga: Di Tengah Dunia Digital, Suara Anak-Anak Solo Hidupkan Lagi Lagu Dolanan
Pihak keluarga pun telah menerima kepergian F dengan ikhlas. Jenazah kemudian dibawa kembali ke rumah duka yang berada di dusun berbeda.
Sementara itu, pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan adanya unsur kekerasan dalam peristiwa tersebut. Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan tidak mengarah pada tindak penganiayaan.
“Tidak ada indikasi kekerasan,” ujarnya.
Namun demikian, penyebab pasti di balik keputusan F belum dapat dipastikan. Tidak ditemukan keluhan atau tanda mencolok sebelumnya.
Di mata orang-orang terdekatnya, F dikenal sebagai sosok yang baik.
Kepergiannya menjadi pengingat sunyi—bahwa tidak semua beban hidup terlihat dari luar.
Baca Juga: Harga Minyak Goreng Naik? PASPI Ungkap Lonjakan Harga Plastik Jadi Pemicu Utama Selain Konflik Dunia
Jika Anda atau orang terdekat sedang mengalami tekanan emosional atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, penting untuk segera mencari bantuan profesional atau berbicara dengan orang yang dipercaya. (al/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto