SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Wajah Rumah Tahanan Negara (rutan) Surakarta kini tampil lebih hidup dan berwarna.
Tembok sisi timur dan barat rutan yang sebelumnya polos, disulap menjadi kanvas raksasa berisi karya grafiti penuh nilai seni, budaya, dan pesan sosial.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara pihak rutan, Pemerintah Kota Surakarta, serta PT Indaco Warna Dunia sebagai penyedia material dan fasilitator kegiatan.
Sejumlah seniman grafiti dari berbagai kota seperti Solo, Jakarta, Yogyakarta, hingga Semarang turut ambil bagian.
Pantauan di lokasi, deretan karya grafiti menampilkan visual berwarna cerah dengan komposisi artistik yang mengangkat tema budaya, nasionalisme, hingga pesan sosial. Kehadiran karya tersebut membuat kawasan sekitar rutan menjadi lebih menarik dan memikat perhatian masyarakat.
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengapresiasi inisiatif ini sebagai bentuk kolaborasi positif lintas sektor.
“Kami mengapresiasi inisiasi yang sangat positif ini. Tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi seniman grafiti, tetapi juga bentuk komitmen dalam mendukung Surakarta sebagai kota budaya,” ujarnya.
Menurutnya, grafiti yang terkonsep dan terkurasi mampu mengubah stigma negatif terhadap seni jalanan. Jika sebelumnya identik dengan coretan liar, kini grafiti justru menjadi media komunikasi visual yang menyampaikan identitas kota dan nilai budaya.
Astrid menegaskan bahwa kolaborasi seperti ini menjadi kunci dalam mempercantik wajah kota secara berkelanjutan.
Pemerintah Kota Surakarta juga membuka peluang kerja sama serupa untuk menghadirkan lebih banyak ruang kreatif yang legal.
“Tanpa kolaborasi, kegiatan seperti ini tidak bisa berjalan. Ini bukti bahwa Surakarta terbuka terhadap kerja sama lintas sektor untuk mempercantik kota dan menanamkan nilai budaya,” jelasnya.
Selama ini, ruang grafiti di Solo masih terpusat di kawasan Gatot Subroto. Ke depan, Pemkot melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan berencana memperluas titik-titik ruang kreatif, termasuk menghadirkan kompetisi grafiti bertema “Harmony of Solo”.
Program tersebut diharapkan mampu mengisi ruang publik dengan karya seni yang mencerminkan nilai toleransi dan budaya khas Kota Bengawan.
Selain memperindah kota, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya edukasi anti-vandalisme. Pemerintah bersama Satpol PP terus melakukan penertiban terhadap coretan liar, sekaligus menyediakan alternatif ruang berekspresi yang positif.
Sementara itu, pihak PT Indaco Warna Dunia menyebut kegiatan ini sebagai momen istimewa karena menghadirkan karya seni di lokasi strategis jantung kota.
Sebanyak sekitar 20 seniman terlibat dalam proyek ini, masing-masing menggarap bidang sepanjang kurang lebih empat meter. Total karya grafiti yang dihasilkan mencapai sekitar 80 meter di sisi timur dan barat tembok rutan.
Setiap karya tidak hanya menonjolkan estetika visual, tetapi juga mengandung pesan moral, budaya, dan nasionalisme yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Baca Juga: Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026 Hari Ini: Alex Marquez Pimpin Sesi Practice
Melalui pendekatan kreatif ini, grafiti tak lagi dipandang sebagai vandalisme, melainkan sebagai medium seni yang mampu mengubah wajah kota sekaligus menyampaikan pesan edukatif kepada publik. (atn/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto