SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api Dukuh Sidodadi, Desa Gemolong, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jumat (24/4) sore.
Seorang remaja berusia 13 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tertabrak kereta api saat mengendarai sepeda.
Korban diketahui berinisial CCP (13), warga Dukuh Sidodadi RT 02/RW 02, Kelurahan Gemolong. Informasi tersebut dikonfirmasi oleh Ketua PSC 119 Sukowati Sragen, dr. Udayanti Proborini.
Baca Juga: Rumah Budaya Kratonan Hadirkan Galeri Sejarah Perjalanan Panjang Kota Solo
“Kami menerima laporan melalui Call Center PSC 119 sekitar pukul 16.25 WIB dari pihak RSI Yakssi Gemolong terkait kecelakaan kereta api yang membutuhkan penanganan medis dan ambulans,” jelasnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim PSC 119 segera berkoordinasi dengan jejaring Ambulance NU Gemolong untuk menuju lokasi kejadian.
Namun, saat petugas tiba dan melakukan asesmen, korban dinyatakan sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Korban mengalami luka berat, terutama pada bagian kepala, serta luka lecet dan lebam di tangan dan kaki.
Baca Juga: 7 Pilihan HP Samsung RAM 8/256 GB Terbaik 2026, Harga Terjangkau Performa Tetap Kencang
“Kondisi korban mengalami fraktur terbuka pada bagian kepala. Setelah pemeriksaan di lokasi, jenazah kemudian dievakuasi ke Instalasi Forensik RSU Assalam Gemolong,” tambahnya.
Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari tim PSC 119 Sukowati, Inafis, personel TNI/Polri, pihak PT KAI, relawan, hingga masyarakat sekitar.
Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian dan otoritas terkait.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan kereta api, terutama di kawasan permukiman yang minim pengamanan. (din/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto